Kemerdekaan Hakiki Dimulai dari Hati yang Ikhlas

  • 13 Agt 2026 14:51 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Memaknai kemerdekaan tidak hanya mengenang perjuangan bangsa merebut kebebasan dari penjajahan, tetapi juga merefleksikan makna kemerdekaan dalam kehidupan pribadi masing-masing.
  • Kemerdekaan Indonesia sejak awal tidak terlepas dari keyakinan dan keikhlasan kepada Allah SWT serta semangat perjuangan para pahlawan yang tercermin dalam seruan 'Allahu Akbar' dan 'merdeka'.
  • Masyarakat diajak membebaskan hati dari berbagai belenggu hawa nafsu dan penilaian manusia sebagai bagian dari memaknai kemerdekaan pribadi menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

RRI.CO.ID, Serang - Memaknai kemerdekaan tidak cukup hanya dengan mengenang perjuangan bangsa dalam merebut kebebasan dari penjajahan. Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, masyarakat juga diajak untuk merefleksikan makna kemerdekaan dalam kehidupan pribadi, khususnya dengan membebaskan hati dari berbagai belenggu hawa nafsu dan penilaian manusia.

Sekretaris MUI Provinsi Banten, Deni Rusli mengatakan, kemerdekaan bangsa Indonesia sejak awal tidak terlepas dari keyakinan dan keikhlasan kepada Allah SWT. Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan tercermin melalui seruan “Allahu Akbar” dan “merdeka” yang menjadi spirit perjuangan tanpa pamrih.

“Karena tentu kemerdekaan kita didasari dengan sebuah keyakinan yang tulus hanya kepada Allah untuk meraih kemerdekaan ini,” ujar Deni dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ia menegaskan, kemerdekaan yang hakiki tidak berhenti pada kebebasan secara lahiriah. Seseorang dapat saja hidup dalam kondisi bebas, tetapi hatinya masih terbelenggu oleh keinginan untuk dipuji, disanjung, mendapatkan pengakuan, keserakahan terhadap harta, amarah, hingga dendam.

Deni menilai, keikhlasan menjadi ruh penting dalam memaknai kemerdekaan. Menurutnya, seseorang akan lebih tenang ketika berbuat baik bukan untuk mengejar apresiasi manusia, melainkan semata-mata mengharapkan ridha Allah SWT.

“Ketika kita berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat, tidak ada yang memuji, tidak ada yang mengapresiasi, bahkan tidak ada yang mengucapkan terima kasih, maka di situlah nilai keikhlasan mulai tumbuh,” ucap Deni.

Ia juga mengingatkan, kemerdekaan dalam Islam bukan berarti bebas melakukan segala sesuatu tanpa batas. Kebebasan harus disertai kemampuan mengendalikan diri dan memilih jalan yang benar.

Memasuki momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Deni mengajak masyarakat menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi diri. Ia berharap masyarakat mampu membebaskan hati dari hawa nafsu, kesombongan, iri, dendam, serta kebutuhan untuk selalu mendapatkan pujian, sehingga kemerdekaan dapat diwujudkan secara lahir dan batin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....