Ibadah Bukan Sekadar Mengejar Rezeki

  • 15 Sep 2026 10:55 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Deni Rusli, Sekretaris MUI Banten, menekankan bahwa niat ikhlas harus menjadi landasan utama dalam setiap ibadah umat Islam.
  • Ibadah harus dijalankan dengan tujuan murni mengharap rida Allah SWT, bukan sekadar mencari keuntungan duniawi seperti rezeki atau kedudukan.
  • Seseorang boleh berharap keberkahan dari amalan, tetapi harapan tersebut tidak boleh menjadi tujuan utama hingga mengesampingkan keikhlasan dalam beribadah.

RRI.CO.ID, Serang - Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Deni Rusli, mengingatkan umat Islam agar menjalankan ibadah dengan niat yang tulus semata-mata mengharap rida Allah SWT, bukan hanya untuk memperoleh keuntungan duniawi seperti kelancaran rezeki atau kedudukan. Menurut Deni, niat yang ikhlas merupakan landasan utama dalam setiap ibadah.

Ia menjelaskan, seseorang boleh berharap memperoleh keberkahan dari amalan yang dilakukan, namun harapan tersebut tidak boleh menjadi tujuan utama hingga menggeser keikhlasan dalam beribadah.

"Ibadah sejatinya tidak ada yang dituju kecuali rida Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Betul-betul ikhlas. Kalau terlalu fokus pada tujuan duniawi, dikhawatirkan ibadah menjadi tidak ikhlas karena hanya mengharapkan sesuatu yang bersifat materi," ucapnya, Selasa, 15 September 2026.

Deni mencontohkan, pelaksanaan salat duha maupun salat tahajud yang sering dikaitkan dengan kemudahan rezeki atau peningkatan derajat. Menurutnya, seorang Muslim tetap harus melaksanakan ibadah tersebut dengan penuh keikhlasan.

“Allah SWT memberikan rezeki, kemudahan, atau kedudukan, seluruhnya merupakan kehendak-Nya,” kata Deni.

Deni juga menambahkan, dalam kehidupan nyata tidak selalu orang yang rajin beribadah langsung memperoleh kekayaan atau jabatan. Karena itu, ia mengajak masyarakat agar tidak menjadikan hasil duniawi sebagai tolok ukur diterimanya suatu ibadah.

"Yuk, kita beramal, baik itu salat maupun membaca Al-Qur'an, semata-mata mencari rida Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan melaksanakan kewajiban kita sebagai hamba," ujarnya.

Terkait anggapan bahwa surat-surat tertentu dalam Al-Qur'an dapat mendatangkan manfaat khusus, Deni mengatakan hal tersebut tidak menjadi persoalan selama tidak membuat seseorang hanya membaca bagian tertentu dan mengabaikan surat lainnya. Ia mendorong umat Islam membiasakan membaca Al-Qur'an secara menyeluruh serta memiliki target khatam sesuai kemampuan masing-masing.

Deni mengajak masyarakat untuk memperbanyak zikir dan amal saleh dengan niat yang ikhlas. Menurutnya, hati yang selalu mengingat Allah akan lebih tenang, lapang, dan bahagia, sehingga seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik serta semakin dekat kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....