Jangan Langsung Dibantu, Latih Problem Solving Anak
- 29 Sep 2026 08:46 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Mainan sulit dirakit atau tali sepatu belum terikat sering membuat anak meminta bantuan orang tua. Namun, persoalan sederhana tersebut justru dapat menjadi kesempatan anak belajar mencari jalan keluar sendiri.
Kemampuan mencari jalan keluar atau problem solving tidak selalu harus dilatih melalui kegiatan belajar yang serius. Sebab, berbagai persoalan sehari-hari dapat membantu anak belajar mengenali masalah, mempertimbangkan pilihan, hingga mencoba penyelesaiannya.
Langkah pertama dapat dimulai dengan memberi kesempatan anak berhenti sejenak ketika mulai merasa kesulitan. Jeda membantu anak menenangkan diri sekaligus mengenali bagian yang membuatnya belum berhasil menyelesaikan masalah.
Setelah anak lebih tenang, orang tua sebaiknya tidak langsung memberikan jawaban atau menunjukkan cara penyelesaiannya. Sebaliknya, ajak anak mengenali masalah dengan menanyakan bagian yang sulit dan cara yang sebelumnya sudah dicoba.
Seorang Psikolog asal Kota Serang, Lian mengatakan, kesempatan berpikir perlu diberikan sebelum orang tua mengambil alih masalah. “Anak perlu diberi kesempatan mengenali masalah dan memikirkan langkah yang dapat dilakukan sebelum mendapatkan bantuan,” ujarnya kepada RRI pada Senin, 28 September 2026.
Selanjutnya, ajak anak mencari beberapa pilihan solusi yang mungkin dilakukan tanpa menuntut jawaban yang langsung sempurna. Sebab, proses mengumpulkan berbagai ide membantu anak memahami bahwa sebuah masalah dapat diselesaikan melalui beberapa pendekatan.
| Baca juga: Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan Anak |
Orang tua dapat memancing proses tersebut melalui pertanyaan sederhana mengenai cara lain yang mungkin dilakukan anak. Dari beberapa pilihan itu, anak kemudian dapat menentukan satu solusi untuk dicoba sekaligus melihat hasilnya.
Selanjutnya, beri kesempatan anak menjalankan solusi pilihannya meskipun hasilnya belum tentu langsung sesuai harapan. Jika belum berhasil, ajak anak mengenali bagian yang perlu diperbaiki sebelum mencoba kembali menggunakan pendekatan yang berbeda.
Kesalahan pun tidak selalu menandakan anak melakukan sesuatu yang buruk dalam proses menyelesaikan masalah. Sebaliknya, pengalaman mencoba dan memperbaiki membantu anak memahami bahwa kegagalan dapat menjadi bagian dari proses belajar.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak terlalu cepat mengambil alih selama persoalan masih aman untuk dicoba anak. Pendampingan dapat diberikan melalui waktu, ruang, pertanyaan dan dukungan agar anak tetap terlibat menemukan jalan keluarnya.
Pada akhirnya, tidak langsung membantu bukan berarti membiarkan anak menghadapi masalah seorang diri. Dengan berhenti, mencari pilihan, mencoba dan memperbaiki, anak dapat membangun kemampuan problem solving nya secara bertahap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....