Sedot Anggaran Rp17,3 Triliun, BPJS Kesehatan Ubah Pola Penanganan Jantung
- 17 Sep 2026 13:50 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cimahi - Lonjakan biaya pengobatan penyakit jantung yang ditanggung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membengkak. Pada 2025, BPJS Kesehatan mencatat pembiayaan kasus jantung menembus Rp17,35 triliun untuk melayani lebih dari 29,7 juta kasus.
Kondisi tersebut mendorong BPJS Kesehatan mengubah strategi penanganan melalui pendekatan Value-Based Health Care. Langkah ini berfokus pada hasil kesehatan (health outcomes) yang dirasakan peserta ketimbang sekadar membayar jumlah tindakan medis di rumah sakit.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito menegaskan, beban pembiayaan rumah sakit makin tinggi. Sepanjang 2025, total biaya pelayanan kesehatan JKN mencapai Rp191,3 triliun, di mana sekitar 87,1 persen di antaranya terserap untuk layanan rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit.
"Kami ingin mengubah paradigma dari paying for services menjadi purchasing better outcomes, dari treating events menjadi preventing events, serta dari mengukur utilisasi menjadi mengukur outcome," ujar Prihati di Rumah Sakit Tk. II Dustira, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2026.
Guna menekan angka penderita baru, pengendalian faktor risiko seperti hipertensi dan gula darah kini difokuskan sejak di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau Puskesmas. Langkah di tingkat hulu ini mencakup pemantauan rutin peserta berisiko tinggi dan mendorong kepatuhan minum obat.
Sinergi juga ditunjukkan fasilitas kesehatan TNI. Kepala Rumah Sakit Tingkat II Dustira, Muchlas Fahmi mengungkapkan, tingginya pemanfaatan layanan jantung di tempatnya. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, RS Dustira mencatat 975 pasien cathlab, yang seluruhnya merupakan peserta JKN.
Dukungan serupa disampaikan Koordinator BPJS Watch, Timbul Siregar. Ia menilai pendekatan berbasis outcome serta edukasi gaya hidup sehat di masyarakat menjadi kunci efisiensi anggaran negara, mengingat penyakit jantung sangat erat kaitannya dengan pola hidup harian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....