Akses JKN Makin Luas, BPJS Kesehatan Dorong Mutu Layanan Faskes

  • 16 Sep 2026 14:55 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID. Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) mulai mengalihkan fokus program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari sekadar mengejar jumlah layanan menjadi penguatan kualitas manfaat yang dirasakan langsung oleh peserta.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa dengan cakupan kepesertaan yang kini telah menyentuh 284,3 juta penduduk atau lebih dari 98,6 persen populasi Indonesia per 1 September 2026, tantangan terbesar saat ini adalah memastikan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan berjalan optimal.

"Tugas kita bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, tetapi juga menjamin bahwa ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka memperoleh layanan yang bermutu serta perlindungan dari risiko finansial," ujar Pujo dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026, Selasa, 15 September 2026.

Pujo menyebutkan, sepanjang periode 2014 hingga 2025, lembaganya telah mengalirkan dana lebih dari Rp1.279,8 triliun ke faskes untuk membiayai perawatan peserta. Oleh karena itu, pendekatan pelayanan kini digeser melalui konsep value-based care agar pemanfaatan anggaran berdampak langsung pada hasil kesehatan yang maksimal.

Dalam kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan turut meluncurkan wajah baru layanan pendampingan peserta lewat petugas "BPJS SATU" (Siap Membantu). Selain itu, penguatan pembiayaan juga dilakukan melalui kerja sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) lewat skema Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ) guna menghindari beban biaya tambahan di luar tanggungan bagi peserta.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang hadir dalam acara tersebut mengingatkan agar seluruh ekosistem JKN, mulai dari pemerintah hingga pengelola fasilitas kesehatan, tetap menjaga komitmen pelayanan yang berkeadilan.

"Kita ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang merasa harus takut jatuh miskin karena sakit. Karena itu, seluruh pihak harus menjalankan perannya dengan baik," kata Cak Imin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....