Jangan Tunggu Mobil Mogok, Cek Aki Secara Berkala

  • 08 Sep 2026 09:11 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID. Serang - Aki menjadi salah satu komponen penting dalam sistem kelistrikan mobil. Kondisi aki yang mulai lemah sering kali baru disadari ketika kendaraan sulit dihidupkan atau bahkan tidak dapat menyala sama sekali. Padahal, kondisi aki dapat diperiksa secara berkala untuk mencegah kendaraan mogok secara tiba-tiba.

“Aki itu jangan dicek ketika sudah bermasalah saja. Secara berkala perlu dilihat kondisinya, termasuk tegangan dan terminal aki. Kalau sudah mulai lemah, bisa diketahui lebih awal sehingga tidak sampai membuat mobil mogok,” ujar, seorang mekanik asal Kota Serang, Fatur, Senin, 7 September 2026.

Menurutnya, salah satu tanda aki mulai mengalami penurunan kinerja adalah mesin yang terasa lebih sulit dihidupkan. Suara dinamo starter yang terdengar lebih lambat dari biasanya juga dapat menjadi indikasi bahwa daya aki mulai berkurang.Selain itu, pemilik kendaraan dapat memperhatikan kondisi terminal aki. Terminal yang kotor atau mengalami korosi dapat menghambat aliran listrik dan menyebabkan sistem kelistrikan kendaraan tidak bekerja secara optimal.

“Kadang akinya sebenarnya masih bagus, tetapi terminalnya kotor atau berkarat sehingga arus listrik tidak maksimal. Karena itu, bagian terminal juga perlu diperiksa dan dibersihkan jika terdapat kotoran atau korosi,” ucapnya.

Fatur menambahkan, pemeriksaan aki juga dapat dilakukan menggunakan alat ukur untuk mengetahui tegangan aki. Pada kendaraan yang menggunakan sistem pengisian konvensional maupun modern, pemeriksaan sistem pengisian juga penting untuk memastikan alternator bekerja dengan baik.

Pasalnya, masalah kelistrikan pada mobil tidak selalu disebabkan oleh aki. Jika sistem pengisian bermasalah, aki dapat terus kehilangan daya meskipun kondisinya masih relatif baru.

“Kalau aki cepat tekor, jangan langsung menyalahkan akinya. Harus dicek juga apakah alternator dan sistem pengisian bekerja normal atau ada beban listrik yang tidak semestinya,” ucapnya.

Ia juga mengimbau pengendara untuk tidak membiarkan perangkat kelistrikan seperti lampu, audio, atau aksesori mobil menyala terlalu lama ketika mesin dalam kondisi mati. Kebiasaan tersebut dapat menguras daya aki, terutama jika dilakukan berulang kali.

Untuk kendaraan yang jarang digunakan, pemilik juga perlu memperhatikan kondisi aki. Mobil yang terlalu lama tidak dinyalakan dapat membuat daya aki berkurang secara perlahan. Pemeriksaan sederhana secara berkala dapat membantu memperpanjang usia pakai aki sekaligus mengurangi risiko kendaraan mengalami masalah ketika digunakan.

“Mobil yang jarang dipakai juga perlu diperhatikan. Jangan sampai ketika akan digunakan untuk perjalanan jauh, ternyata aki sudah lemah,” ujar Fatur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....