Kurang Air Radiator Bisa Picu Mesin Mobil Overheat

  • 31 Agt 2026 13:28 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Air radiator memiliki fungsi penting dalam menjaga suhu mesin mobil tetap pada kondisi normal dengan cara menyerap dan membawa panas dari mesin ke radiator untuk dilepaskan ke udara.
  • Kekurangan cairan pendingin yang sering diabaikan pengendara dapat menyebabkan mesin mengalami overheat dan berpotensi menimbulkan kerusakan serius pada komponen mesin.
  • Kondisi air radiator yang kurang perlu diperhatikan secara berkala untuk mencegah masalah pada sistem pendingin mesin dan memperpanjang umur kendaraan.

RRI.CO.ID. Serang - Air radiator menjadi salah satu komponen penting dalam menjaga suhu mesin mobil tetap berada pada kondisi normal. Namun, kondisi air radiator yang kurang kerap dianggap sepele oleh sebagian pengendara. Padahal, jika dibiarkan, kekurangan cairan pendingin dapat menyebabkan mesin mengalami panas berlebih atau overheat dan berpotensi menimbulkan kerusakan serius.

Seorang mekanik asal Kota Serang, Fatur mengatakan, air radiator memiliki peran penting dalam menyerap dan membawa panas dari mesin menuju radiator untuk kemudian dilepaskan ke udara.

“Kalau air radiator kurang, proses pendinginan mesin tidak maksimal. Akibatnya, temperatur mesin bisa naik dan kalau terus dipaksakan, mesin bisa mengalami overheat,” ujar Fatur, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurutnya, pengemudi perlu mewaspadai sejumlah tanda ketika sistem pendingin mulai mengalami masalah. Salah satunya adalah indikator temperatur mesin yang naik melebihi kondisi normal. Selain itu, uap atau asap dari ruang mesin juga dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem pendinginan.

Fatur menjelaskan, kekurangan air radiator tidak selalu disebabkan oleh kelalaian pemilik kendaraan. Cairan pendingin yang berkurang secara tidak wajar dapat menjadi indikasi adanya kebocoran pada selang radiator, radiator, pompa air, atau bagian lain dari sistem pendingin.

“Kalau air radiator sering berkurang, jangan hanya ditambah terus. Harus dicari penyebabnya. Bisa saja ada kebocoran yang kalau dibiarkan justru membuat kerusakan semakin parah,” ucapnya.

Kerusakan akibat mesin terlalu panas juga tidak hanya berhenti pada sistem radiator. Dalam kondisi tertentu, overheat dapat menyebabkan kerusakan pada gasket kepala silinder, kepala silinder, bahkan komponen internal mesin. Biaya perbaikannya pun dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya pemeriksaan dan perawatan rutin.

Untuk mencegah hal tersebut, Fatur mengimbau pemilik mobil melakukan pemeriksaan sistem pendingin secara berkala. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat kondisi dan volume cairan pendingin pada reservoir serta memastikan tidak terdapat kebocoran.

“Pengecekan sebaiknya dilakukan saat mesin dalam kondisi dingin. Jangan membuka tutup radiator ketika mesin masih panas karena tekanan di dalam sistem bisa menyebabkan cairan panas menyembur dan membahayakan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pengendara agar tidak sembarangan menggunakan air sebagai pengganti cairan pendingin dalam jangka panjang. Penggunaan cairan pendingin yang sesuai spesifikasi kendaraan dapat membantu menjaga sistem pendinginan dan mengurangi risiko korosi serta pembentukan endapan di dalam sistem.

Dengan pemeriksaan sederhana dan perawatan secara berkala, pengendara dapat mencegah risiko mesin mengalami overheat. Jangan menunggu indikator temperatur naik atau kendaraan tiba-tiba mogok di tengah perjalanan. Sebab, memastikan sistem pendingin bekerja optimal merupakan salah satu kunci menjaga mesin tetap sehat dan perjalanan tetap aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....