Terang Belum Tentu Aman, Salah Pasang Lampu HID Bisa Ganggu Pengendara Lain
- 31 Agt 2026 11:17 WIB
- Banten
RRI.CO.ID. Serang – Lampu kendaraan menjadi salah satu komponen penting untuk menunjang keselamatan, terutama ketika berkendara pada malam hari. Salah satu jenis lampu yang banyak digunakan untuk meningkatkan pencahayaan adalah HID (High Intensity Discharge).
Lampu HID dikenal mampu menghasilkan cahaya yang lebih terang dibandingkan lampu halogen konvensional. Namun, menurut seorang mekanik asal Kota Serang, Fatur, penggunaan HID tidak boleh hanya mengejar cahaya yang terang. Pemasangan yang tidak tepat justru dapat membahayakan pengguna jalan lain.
“HID memang bisa memberikan pencahayaan yang lebih kuat, tetapi yang paling penting adalah arah dan pola pancaran cahayanya. Kalau terlalu menyilaukan pengendara dari arah berlawanan, justru bisa membahayakan,” ujar Fatur kepada RRI, Minggu, 30 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, persoalan yang sering terjadi pada kendaraan yang menggunakan HID aftermarket adalah pemasangan sumber cahaya pada rumah lampu yang sebenarnya tidak dirancang untuk sistem tersebut. Akibatnya, cahaya dapat menyebar tidak beraturan dan masuk langsung ke pandangan pengendara lain.
Menurut Fatur, banyak pemilik kendaraan mengganti lampu standar dengan HID karena menginginkan pencahayaan lebih putih dan terang. Namun, intensitas cahaya yang tinggi harus tetap dikendalikan agar tidak menimbulkan silau.
“Kalau lampunya terang tetapi fokusnya bagus dan arah sorotannya benar, itu membantu pengemudi melihat jalan. Tetapi kalau cahayanya menyebar ke mana-mana, pengendara dari arah depan bisa silau. Ini yang berbahaya,” ucapnya.
Ia menyebutkan, pengemudi yang terkena sorotan lampu terlalu terang dapat mengalami gangguan pandangan sesaat. Kondisi tersebut semakin berisiko ketika kendaraan berpapasan di jalan sempit atau ketika melaju pada malam hari.
Fatur menyarankan pemilik kendaraan yang ingin menggunakan HID memastikan sistem lampu sesuai dengan konstruksi kendaraan. Pemasangan sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang memahami karakteristik reflektor atau proyektor lampu.
Selain itu, setelah pemasangan, arah sorotan lampu perlu disetel agar tidak terlalu tinggi dan tidak mengarah langsung ke mata pengendara dari arah berlawanan.
“Jangan hanya pasang lalu selesai. Setelah dipasang harus dicek pola cahayanya. Lampu dekat harus menerangi jalan di depan kendaraan tanpa membuat pengendara lain silau,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....