Gerebek Panjang Maulid Jadi Warisan Budaya Banten
- 26 Agt 2026 12:24 WIB
- Banten
Poin Utama
- Gerebek Panjang Maulid merupakan tradisi budaya masyarakat Banten yang dipertahankan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk pelestarian adat dan kebersamaan.
- Panjang Maulid adalah makanan yang dikemas dalam satu wadah dan dihias dengan berbagai aksesori, pernik-pernik, hingga miniatur sesuai kreativitas masyarakat.
- Tradisi ini dilaksanakan oleh masyarakat Banten terutama pada momentum 12 Rabiul Awal yang merupakan tanggal kelahiran Nabi Muhammad.
RRI.CO.ID, Serang - Tradisi Gerebek Panjang Maulid menjadi salah satu budaya masyarakat Banten yang terus dipertahankan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga adat dan kebersamaan.
Wakil Ketua I Kenadziran Banten, Tubagus Ahmad Suci Amin mengatakan, Panjang Maulid merupakan makanan yang dikemas dalam satu wadah dan biasanya dihias dengan berbagai aksesori, pernik-pernik, hingga miniatur. Tradisi tersebut dilaksanakan masyarakat Banten terutama pada momentum 12 Rabiul Awal.
Menurutnya, masyarakat menjalankan tradisi tersebut dengan mengeluarkan sedekah sesuai kemampuan masing-masing sebagai bentuk kegembiraan menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW. Pelaksanaan Maulid juga berlangsung dalam rentang 1 hingga 30 Rabiul Awal, meski puncak peringatan umumnya pada 12 Rabiul Awal.
“Kitalah yang bertanggung jawab meneruskan tradisi itu. Jangan sampai tradisi itu sampai dihilangkan,” kata Ahmad.
Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan di lingkungan Kenadziran Banten biasanya diawali pada malam 12 Rabiul Awal dengan zikir, marhaban, pengajian Al-Qur’an, pembacaan oleh qari, serta tausiah agama. Sementara Gerebek Panjang Maulid dilaksanakan pada siang hari dengan melibatkan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Panjang Maulid yang telah dikumpulkan kemudian dibawa menuju lokasi dengan iringan kesenian budaya Banten, seperti rebana dan rudat. Setelah seluruh Panjang Maulid terkumpul, masyarakat bersama para tamu dapat mengambil makanan yang tersedia sesuai mekanisme yang diterapkan.
Ahmad menilai tradisi tersebut berpotensi menjadi bagian dari wisata budaya Banten karena memiliki nilai sejarah dan kekhasan lokal. Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, terus menjaga Gerebek Panjang Maulid sebagai warisan budaya agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....