POPDA XII Banten Diyakini Cetak Atlet Catur Berkarakter dan Berprestasi
- 14 Jun 2026 13:18 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon - Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah menegaskan, olahraga catur tidak hanya menjadi sarana kompetisi, tetapi juga media pembelajaran yang mampu membentuk karakter generasi muda. Hal itu disampaikannya saat menghadiri pertandingan cabang olahraga catur pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Provinsi Banten di Aula DPRD Kota Cilegon, Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurutnya, catur mengajarkan banyak nilai kehidupan yang penting diterapkan dalam keseharian. Mulai dari strategi, fokus, kesabaran hingga sportivitas dapat dipelajari melalui permainan tersebut.
Pertandingan catur dalam POPDA XII menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Banten untuk memasyarakatkan olahraga catur di kalangan pelajar. Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga menjadi wadah pembinaan atlet muda berbakat. Melalui kompetisi berjenjang, diharapkan lahir atlet-atlet catur yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Pembinaan sejak usia pelajar dinilai penting untuk mencetak prestasi yang berkelanjutan.
"Di POPDA ini selain bertanding, anak-anak kita dilatih untuk bercatur, menyukai catur, dan kita menciptakan master-master catur. Harapannya menjadi grandmaster," ucapnya.
Dimyati menilai, para atlet muda masih membutuhkan pendampingan dan pembinaan yang berkesinambungan. Oleh karena itu, dukungan dari keluarga, sekolah, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam proses pengembangan atlet.
Dia meyakini para pelajar yang saat ini aktif mengikuti kompetisi dapat menjadi sumber daya unggul bagi daerah. Dengan pembinaan yang tepat, mereka berpotensi mengharumkan nama Banten di berbagai ajang olahraga.
Menurut Dimyati, permainan catur juga melatih seseorang untuk bersikap tenang dan fokus dalam mengambil keputusan. Setiap langkah yang dilakukan harus melalui pertimbangan yang matang agar dapat menghasilkan hasil terbaik. Nilai-nilai tersebut sangat relevan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menghadapi tantangan di masa depan. Karena itu, ia mengajak generasi muda untuk lebih mencintai olahraga catur.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Banten, Ahmad Syaukani mengatakan, POPDA merupakan ajang olahraga pelajar multi-event yang menjadi bagian dari sistem pembinaan atlet secara berjenjang. Kompetisi tersebut menjadi sarana penting untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial dari seluruh kabupaten dan kota di Banten.
Syaukani menambahkan, para juara POPDA XII akan mendapatkan pembinaan lanjutan untuk dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS). Mereka juga diproyeksikan menjadi bagian dari kekuatan Banten pada Pekan Olahraga Nasional tahun 2032 mendatang.
Menurutnya, pembinaan atlet membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Atlet-atlet muda yang saat ini berusia belasan tahun diharapkan memasuki usia emas ketika PON 2032 berlangsung dan mampu membawa prestasi bagi Provinsi Banten.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....