Catur Latih Fokus Wafik Sejak Usia Dini

  • 28 Jul 2026 13:09 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Permainan catur melatih kemampuan berpikir, konsentrasi, dan disiplin sejak usia dini melalui latihan konsisten.
  • Latihan catur membantu anak mengembangkan fokus dalam mengambil keputusan baik saat bertanding maupun dalam kehidupan sehari-hari.
  • Wafik Nur Azizah, peraih Juara 3 Kejuaraan Catur Pelajar Tingkat Nasional, mulai mengenal catur sejak berusia sembilan tahun melalui inspirasi ayahnya yang juara turnamen catur.

RRI.CO.ID, Serang – Permainan catur tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga mampu melatih kemampuan berpikir, konsentrasi, dan disiplin sejak usia dini. Kebiasaan berlatih secara konsisten dinilai membantu anak mengembangkan fokus dalam mengambil keputusan, baik saat bertanding maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Juara 3 Kejuaraan Catur Pelajar Tingkat Nasional, Wafik Nur Azizah mengaku, mulai mengenal olahraga catur sejak berusia sembilan tahun. Ketertarikannya muncul setelah melihat sang ayah yang sering bermain sekaligus menjuarai berbagai turnamen catur.

“Saya mulai suka bermain catur sejak umur sembilan tahun. Awalnya karena sering melihat bapak bermain catur dan beliau langsung mengajari saya,” katanya dalam Program Sore Ceria bersama RRI Pro 2 Banten, Senin, 27 Juli 2026.

Setelah belajar dasar permainan dari ayahnya, Wafik kemudian mengikuti guru privat dan bergabung dengan sekolah catur di Kota Serang. Dari proses latihan tersebut, kemampuan bermainnya terus berkembang hingga rutin mengikuti berbagai kejuaraan tingkat daerah, provinsi, dan nasional.

Menurut Wafik, catur menjadi olahraga yang menarik karena mengandalkan kemampuan berpikir tanpa membutuhkan aktivitas fisik yang berat. Meski demikian, permainan ini tetap menuntut konsentrasi tinggi agar setiap langkah yang diambil tidak menjadi keuntungan bagi lawan.

Ia mengatakan, latihan rutin juga menjadi kunci untuk meningkatkan kemampuan membaca strategi lawan. Selama mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan, ia meluangkan waktu sekitar tiga hingga empat jam setiap hari untuk berlatih setelah pulang sekolah.

“Kalau latihan sehari sekitar tiga sampai empat jam setiap pulang sekolah. Selain latihan dengan bapak, saya juga belajar sendiri dari buku dan melihat permainan grandmaster,” ujarnya.

Wafik menilai, kebiasaan berlatih tersebut membuatnya semakin terbiasa berkonsentrasi dalam menghadapi pertandingan. Ia juga belajar mengendalikan rasa gugup agar tetap fokus saat berhadapan dengan lawan yang memiliki kemampuan tinggi.

Menurutnya, kemampuan menjaga fokus menjadi salah satu faktor penting ketika mengikuti Kejuaraan Catur Pelajar Tingkat Nasional yang diikuti 420 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan tetap tenang dan berkonsentrasi pada permainan, ia berhasil meraih peringkat ketiga pada ajang tersebut.

“Kalau main catur harus tetap fokus saja ke papan catur. Jangan terlalu grogi supaya permainan bisa maksimal,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....