Atasi Trust Issue dengan Komunikasi, Bukan Saling Menyalahkan

  • 26 Jul 2026 14:31 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Komunikasi terbuka merupakan langkah penting untuk mengatasi trust issue dan masalah kepercayaan dalam hubungan personal.
  • Menggunakan I statement atau kalimat yang berfokus pada perasaan diri sendiri lebih efektif dibandingkan langsung menyalahkan pasangan atau orang terdekat.
  • Pendekatan I statement membantu seseorang mengungkapkan kekhawatiran tanpa membuat lawan bicara merasa diserang atau dihakimi.

RRI.CO.ID, Serang - Komunikasi terbuka menjadi salah satu langkah penting untuk mengatasi trust issue dalam sebuah hubungan. Ketika rasa curiga mulai muncul, menyampaikan perasaan dengan cara yang tepat dinilai lebih efektif dibandingkan langsung menyalahkan pasangan, teman, maupun orang terdekat.

Psikolog, Gumilar Wulan Utami mengatakan, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan I statement atau kalimat yang berfokus pada perasaan diri sendiri. Pendekatan ini membantu seseorang mengungkapkan kekhawatiran tanpa membuat lawan bicara merasa diserang atau dihakimi.

“Daripada mengatakan, ‘Kamu pasti bohong’ atau ‘Kamu selalu bikin aku curiga’, lebih baik gunakan kalimat seperti, ‘Aku merasa cemas ketika tidak mendapat kabar, karena aku pernah mengalami pengalaman yang membuatku takut kehilangan kepercayaan.’ Dengan begitu, fokusnya ada pada perasaan kita, bukan menyalahkan orang lain,” ujar Gumilar, Sabtu, 25 Juli 2026.

Menurutnya, penggunaan I statement dapat menciptakan ruang komunikasi yang lebih aman sehingga kedua belah pihak lebih mudah memahami sudut pandang masing-masing. Cara ini juga membantu membangun empati dan mengurangi potensi konflik yang muncul akibat kesalahpahaman.

Gumilar menjelaskan, komunikasi yang sehat bukan berarti menghindari pembicaraan sulit. Sebaliknya, seseorang perlu berani menyampaikan perasaan secara jujur, namun tetap dengan bahasa yang tidak menghakimi agar solusi dapat dicari bersama.

Ia menambahkan, proses membangun kembali kepercayaan membutuhkan waktu dan konsistensi dari kedua belah pihak. Keterbukaan, kesediaan untuk mendengarkan, serta menghargai perasaan pasangan atau teman menjadi fondasi penting dalam memperbaiki hubungan yang sempat terganggu akibat trust issue.

"Trust itu dibangun lewat komunikasi yang sehat, bukan lewat saling menyalahkan. Ketika kita mampu menyampaikan perasaan dengan cara yang tepat dan mau mendengarkan satu sama lain, hubungan akan memiliki kesempatan lebih besar untuk pulih dan berkembang," kata Gumilar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....