Trust Issue Bisa Hambat Prestasi Belajar Hingga Karier

  • 26 Jul 2026 14:22 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Trust issue berdampak negatif tidak hanya pada hubungan personal tetapi juga pada prestasi belajar, kemampuan kerja tim, dan hubungan profesional di dunia kerja.
  • Rasa curiga yang berlebihan menyebabkan seseorang mengalami kesulitan dalam membangun komunikasi yang sehat dan mempercayai orang lain.
  • Psikolog Gumilar Wulan Utami menjelaskan bahwa trust issue membuat seseorang cenderung menarik diri dari lingkungan sosial, yang berdampak pada proses belajar khususnya saat berdiskusi dan menyelesaikan tugas berkelompok.

RRI.CO.ID, Serang - Trust issue tidak hanya memengaruhi hubungan pertemanan atau percintaan, tetapi juga dapat berdampak pada prestasi belajar, kemampuan bekerja dalam tim, hingga hubungan profesional di dunia kerja. Rasa curiga yang berlebihan membuat seseorang kesulitan membangun komunikasi yang sehat dan mempercayai orang lain.

Psikolog, Gumilar Wulan Utami, menjelaskan bahwa trust issue dapat membuat seseorang cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Kondisi tersebut berdampak pada proses belajar, terutama ketika harus berdiskusi, bertukar ide, atau menyelesaikan tugas secara berkelompok.

"Ketika seseorang terus merasa curiga atau takut dikecewakan, ia akan lebih memilih mengerjakan semuanya sendiri. Padahal, dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan, kemampuan berkolaborasi menjadi salah satu keterampilan yang sangat penting," ujar Gumilar, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ia mengatakan, di lingkungan sekolah atau kampus, individu dengan trust issue sering kali enggan mengungkapkan pendapat karena khawatir akan dihakimi atau dimanfaatkan. Akibatnya, potensi yang dimiliki tidak tersampaikan secara maksimal dan dapat memengaruhi pencapaian akademik maupun kepercayaan diri.

Dampak serupa juga terlihat di dunia kerja. Gumilar menilai, kurangnya rasa percaya terhadap rekan kerja dapat menghambat koordinasi, memperlambat penyelesaian tugas, hingga memicu konflik dalam tim. Bahkan, seseorang bisa kesulitan menerima masukan atau mendelegasikan pekerjaan karena merasa harus mengendalikan semuanya sendiri.

"Hubungan profesional dibangun atas dasar kepercayaan. Kalau seseorang selalu mencurigai niat orang lain, komunikasi menjadi tidak efektif, kerja sama terganggu, dan akhirnya produktivitas tim ikut menurun," katanya.

Meski demikian, Gumilar menegaskan, trust issue bukan kondisi yang tidak bisa diatasi. Dengan mengenali akar penyebabnya, membangun komunikasi yang sehat, serta berani membuka diri secara bertahap kepada lingkungan yang aman dan suportif, seseorang dapat kembali menumbuhkan rasa percaya sehingga mampu menjalin hubungan yang lebih sehat, baik dalam pendidikan maupun dunia kerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....