Umat Hindu di Banten Teguhkan Nilai Kebaikan dan Pengendalian Diri

  • 27 Jun 2026 18:31 WIB
  •  Banten

RRI..CO.ID, Serang – Hari Raya Kuningan yang digelar, Sabtu, 27 Juni 2026 menjadi momentum sakral bagi umat Hindu untuk memantapkan esensi kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (keburukan) pasca-perayaan Hari Raya Galungan. Peringatan yang jatuh pada Sabtu Kliwon Kuningan ini tidak hanya sekadar ritual ungkapan rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, melainkan juga menjadi alarm spiritual agar nilai-nilai kebajikan tetap terinternalisasi dalam dinamika kehidupan sehari-hari.

Staf Bimas Hindu Kementerian Agama Provinsi Banten, I Ketut Yasa Giriana menjejelaskan secara filosofis, ritual keagamaan ini merupakan satu kesatuan mutlak yang tidak dapat dipisahkan dari rangkaian Galungan. Karakteristik perayaan yang identik dengan simbol serta ornamen berwarna kuning tersebut dikatakannya mengandung simbolisme mendalam terkait kemakmuran, kesejahteraan, sekaligus representasi puncak rasa syukur atas segala anugerah kesuburan yang dilimpahkan oleh Sang Pencipta.

"Hari Raya Kuningan ini dimaknai dengan pemantapan hari raya kemenangan ini. Jadi, bagaimana caranya agar kebaikannya selalu melekat dalam diri kita," ujarnya, Sabtu 27 Juni 2026.

Yasa Giriana menguraikan, secara etimologis kata Kuningan berakar dari kata uning atau eling yang memuat instruksi bermakna "mengetahui" dan "mengingat kembali". Melalui landasan tersebut, umat diajak untuk merefleksikan kembali resolusi kemenangan yang telah diraih melalui proses saringan pengendalian diri serta memanifestasikannya ke dalam bentuk toleransi serta kesalehan sosial bermasyarakat.

Untuk pelaksanaan ibadah, Yasa menyebut umat Hindu di Provinsi Banten terpantau khusyuk melaksanakan persembahyangan sejak pagi hari, baik di lingkungan pura keluarga (sanggah/pemerajan) maupun di pura umum. Berdasarkan pakem dresta, seluruh rangkaian penghormatan ritual ini wajib diselesaikan secara tertib sebelum memasuki tengah hari atau sebelum pukul 12.00 siang.

"Hari Raya Galungan adalah kemenangan Dharma melawan Adharma. Di Hari Raya Kuningan ini kita mengingatkan kembali bahwa kita habis merayakan kemenangan itu sehingga kebaikannya selalu melekat dalam diri kita," katanya.

Selain dimensi vertikal spiritual, Hari Raya Kuningan dinilainya terbukti ampuh dalam memperkokoh integrasi sosial, penghormatan leluhur, serta prinsip Tri Hita Karana—yakni menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama makhluk hidup, dan lingkungan sekitar. Melalui pemaknaan yang berbobot ini, hari raya keagamaan ini bertransformasi menjadi instrumen penguat karakter umat dalam merawat bingkai kebersamaan di tanah Banten.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....