Disnaker Lebak Siapkan Tenaga Kerja Kompeten

  • 18 Jun 2026 06:38 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID,Lebak - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lebak terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pelatihan keterampilan guna menciptakan tenaga kerja yang kompeten, mandiri, dan siap bersaing di dunia kerja. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Lebak, Rully Charuliyanto, di Rangkasbitung, Rabu, 17 Juni 2026 mengatakan, pelatihan keterampilan diberikan kepada berbagai kalangan, mulai dari siswa SMK, mahasiswa, hingga anak muda pencari kerja. Pelatihan tersebut dirancang agar peserta memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Kita melakukan berbagai pelatihan keterampilan dan pesertanya ada dari SMK, mahasiswa, dan anak muda pencari kerja," kata Rully Charuliyanto.

Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai bidang keterampilan yang memiliki peluang kerja cukup besar. Bidang pelatihan tersebut antara lain pertukangan bangunan, las listrik, perbengkelan otomotif, komputer, manajemen, bahasa, pertanian, menjahit, hingga aneka kuliner.

Pelatihan tersebut bertujuan membekali peserta dengan kemampuan praktis yang dapat digunakan untuk bekerja maupun membuka usaha sendiri. Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang pendidikan dan usia produktif yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Disnaker Lebak berharap program tersebut dapat menjadi solusi dalam mengurangi jumlah pengangguran di daerah. "Kita meyakini dengan pelatihan keterampilan dapat mengatasi pengangguran," ujarnya. Pelaksanaan pelatihan dilakukan di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Kabupaten Lebak.

Seluruh instruktur yang terlibat dalam kegiatan tersebut telah memiliki sertifikasi sesuai bidang keahlian masing-masing. Dengan dukungan tenaga pengajar yang kompeten, peserta diharapkan mampu memperoleh keterampilan yang sesuai standar industri.

Selain pelatihan keterampilan, Disnaker juga memberikan berbagai layanan pendukung bagi pencari kerja. Layanan tersebut meliputi bimbingan karier, pengenalan dunia kerja, simulasi wawancara kerja, hingga penyusunan surat lamaran pekerjaan.

Pemerintah daerah juga memberikan pelatihan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan industri yang berkembang di wilayah Banten dan sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan agar lulusan pendidikan maupun peserta pelatihan memiliki kesiapan yang lebih baik saat memasuki dunia kerja.

Disnaker Lebak juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Tangerang serta perusahaan jasa penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Kerja sama tersebut membuka peluang lebih luas bagi masyarakat Lebak untuk mendapatkan pekerjaan baik di dalam maupun luar negeri. "Kita mengapresiasi tenaga kerja di sini hingga ratusan orang bekerja di perusahaan hingga tenaga migran ke luar negeri," katanya.

Selain penempatan kerja, pemerintah daerah juga mengembangkan program magang sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan dunia usaha. Melalui program tersebut, pemerintah berperan sebagai penghubung antara sekolah, perguruan tinggi, Balai Latihan Kerja, dan perusahaan.

Disnaker memetakan kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha, kemudian menyiapkan peserta magang sesuai bidang yang dibutuhkan. Bidang magang yang tersedia meliputi administrasi, teknologi digital, otomotif, perhotelan, manufaktur, pertanian, logistik, dan berbagai sektor lainnya.

Menurut Rully, program magang tidak boleh hanya menjadi kegiatan formalitas tanpa hasil yang jelas. "Magang juga jangan hanya formalitas akan tetapi harus ada pembekalan, pendampingan, penilaian, dan peluang direkrut setelah selesai," ujarnya.

Peserta magang yang menunjukkan kinerja baik akan memiliki peluang lebih besar untuk direkrut oleh perusahaan. "Peserta yang dinilai baik, bisa masuk database talenta daerah dan direkomendasikan ke perusahaan," kata Rully.

Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjut dia, terus membangun jalur yang terintegrasi mulai dari pendidikan, pelatihan, magang hingga penempatan kerja. Dengan sistem tersebut, generasi muda diharapkan memiliki kesiapan yang lebih matang dalam menghadapi persaingan dunia kerja. "Kita setiap tahun bisa mengatasi angka pengangguran melalui kesiapan tenaga kerja ke sekolah dan kampus itu," kata Rully.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....