BPBD Lebak Petakan Rawan Kekeringan Meluas

  • 29 Apr 2026 17:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, memetakan sebanyak 23 kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut diperkirakan akan berdampak pada kesulitan masyarakat dalam mendapatkan air bersih.

Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi potensi kekeringan yang dipicu fenomena dengan intensitas tinggi dalam beberapa bulan ke depan. "Kami menghadapi ancaman El Nino atau kemarau ekstrem selama enam bulan ke depan berdasarkan perkiraan BMKG," kata Sukanta Rabu, 29 April 2026.

Ia menjelaskan, wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan tersebar di sejumlah kecamatan, antara lain Leuwidamar, Cileles, Warunggunung, hingga Wanasalam dan Malingping.

Daerah seperti Bayah, Cilograng, Panggarangan, hingga Cijaku juga diperkirakan akan terdampak kekeringan yang cukup serius jika curah hujan terus menurun.

Menurut Sukanta, potensi kekeringan tersebut berisiko menyebabkan warga mengalami krisis air bersih, terutama di daerah yang belum memiliki akses layanan air perpipaan.

"Kami siap mendistribusikan air bersih jika warga kesulitan air akibat dampak kemarau dan puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026," ujarnya.

BPBD Kabupaten Lebak saat ini terus melakukan pemantauan di wilayah-wilayah rawan. Hingga kini, belum ada laporan resmi terkait warga yang mengalami kesulitan air bersih. Meski demikian, pihaknya tetap menyiagakan berbagai sumber daya untuk menghadapi kemungkinan terburuk, termasuk armada distribusi air bersih.

"Kami menyiagakan tiga unit mobil tangki jika warga mengalami krisis air bersih," kata Sukanta.

Ia menambahkan, penyebab utama kekurangan air bersih di beberapa wilayah antara lain keterbatasan akses layanan PDAM serta menurunnya debit air tanah.

Akibat kondisi tersebut, sumur timba maupun mesin pompa air milik warga tidak mampu mengeluarkan air secara optimal saat kemarau panjang berlangsung.

BPBD berharap pemerintah daerah dapat memperluas jangkauan layanan air bersih agar masyarakat tidak mengalami krisis saat musim kemarau. "Kami siaga selama 24 jam dengan dilengkapi peralatan evakuasi, mobil tangki dan logistik menghadapi El Nino untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Warga Kecamatan Wanasalam mulai merasakan dampak awal kekeringan. Beberapa sumur warga dilaporkan mengalami penurunan debit air dalam beberapa pekan terakhir. "Jika terjadi kekeringan akibat iklim El Nino dipastikan akan meminta bantuan pasokan air bersih kepada BPBD setempat," kata Nana, warga Wanasalam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....