BPBD Lebak Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang

  • 12 Jun 2026 13:33 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, memberlakukan status siaga menghadapi musim kemarau panjang guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

BPBD Lebak telah melakukan berbagai upaya mitigasi kebencanaan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan akibat kekeringan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memetakan wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan selama musim kemarau.

Berdasarkan hasil pemetaan, sebanyak 23 kecamatan yang mencakup sekitar 90 desa masuk kategori daerah rawan kekeringan. "Kami telah melakukan mitigasi kebencanaan dan memetakan 23 kecamatan di 90 desa yang masuk daerah rawan kekeringan akibat musim kemarau," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, di Rangkasbitung, Jum'at, 12 Juni 2026.

Langkah pemetaan tersebut penting untuk menentukan strategi penanganan yang tepat apabila terjadi krisis air bersih di wilayah terdampak. BPBD juga terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berdasarkan perkiraan BMKG, musim kemarau diprediksi berlangsung hingga enam bulan ke depan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai dampak yang perlu diantisipasi sejak dini.

Ancaman utama yang muncul selama musim kemarau adalah krisis air bersih di sejumlah wilayah. Kekeringan juga dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit menular yang berkaitan dengan sanitasi dan keterbatasan air bersih.

Sektor pertanian juga menjadi perhatian karena musim kemarau berpotensi menyebabkan gagal panen. Di sisi lain, cuaca panas dan kering dapat meningkatkan risiko kebakaran permukiman maupun lahan.

"Kami memfokuskan pencegahan dan penanganan dampak kekeringan agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar," ujarnya.

Untuk menghadapi potensi bencana tersebut, BPBD Lebak menjalin koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai instansi terkait. Instansi yang dilibatkan antara lain Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, Dinas Ketahanan Pangan, serta PLN.

Dalam waktu dekat, BPBD akan menggelar rapat koordinasi guna menyusun langkah-langkah penanganan dan pencegahan dampak kemarau panjang. "Kami akan melaksanakan rapat bersama instansi terkait untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan bencana akibat musim kemarau," kata Sukanta.

Saat ini BPBD Kabupaten Lebak juga menyiagakan petugas selama 24 jam untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan. Tiga kendaraan tangki air telah disiapkan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air.

Masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui layanan WhatsApp yang disediakan BPBD, dan seluruh penyaluran dilakukan secara gratis. BPBD juga siap menerima laporan petani yang mengalami kesulitan pasokan air untuk kebutuhan pertanian agar dapat ditindaklanjuti bersama Dinas Pertanian.

Warga Kecamatan Wanasalam, Rohman, mengatakan masyarakat mulai merasakan dampak berkurangnya ketersediaan air akibat tidak turunnya hujan dalam beberapa pekan terakhir. "Jika terjadi kekeringan akibat El Nino dan pasokan air semakin berkurang, kami akan meminta bantuan distribusi air bersih kepada BPBD agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi," kata Rohman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....