Banjir, Ratusan Ayam Bumdes di Lebak Hanyut

  • 26 Mei 2026 13:18 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Bumdes Bakti Bersama Desa Suwakan Kecamatan Bayah, mengalami kerugian mencapai Rp200 juta lebih akibat kandang ayam petelur milik Bumdes tersebut hanyut terbawa banjir yang terjadi pada Minggu, 24 Mei 2026 lalu. Banjir yang terjadi karena meluapnya Sungai Cidikit dan menerjang wilayah Desa Suwakan, Kecamatan Bayah, itu menghanyutkan 425 ekor ayam siap bertelur.

Banjir terjadi setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah selatan Kabupaten Lebak selama beberapa jam. Curah hujan tinggi membuat debit air Sungai Cidikit meningkat drastis hingga meluap ke permukiman dan area peternakan warga.

Kandang ayam milik Bumdes Bakti Bersama menjadi salah satu lokasi yang terdampak cukup parah akibat banjir tersebut. Direktur Bumdes Bakti Bersama Desa Suwakan, Ade PK, mengatakan seluruh ayam yang berada di dalam kandang tidak sempat diselamatkan.

“Total ada 425 ekor ayam petelur yang hanyut terbawa arus bersama kandangnya,” ujar Ade, Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menjelaskan, seluruh ayam tersebut sebenarnya sudah memasuki masa produksi telur sehingga kerugian yang dialami cukup besar. “Semuanya sudah dalam masa produksi. Kalau ditaksir kerugian ada sekitar Rp200 jutaan,” kata Ade.

Menurut dia, banjir datang cukup cepat setelah debit air sungai meningkat akibat hujan deras yang berlangsung sejak sore hingga malam hari. Arus banjir yang deras membuat kandang tidak mampu bertahan dan akhirnya terseret bersama ternak di dalamnya.

Ade mengungkapkan posisi kandang sebenarnya tidak terlalu dekat dengan aliran sungai. “Awalnya tidak terlalu dekat dengan sungai, sekitar 20 meter,” ujarnya.

Namun, besarnya volume air membuat bantaran sungai meluap hingga mencapai area peternakan milik Bumdes. “Karena banjir besar dan arus deras, kandang ikut terbawa,” ucap Ade.

Selain menyebabkan kerugian material, peristiwa tersebut juga menghentikan sementara aktivitas usaha peternakan Bumdes Bakti Bersama. Padahal, usaha peternakan ayam petelur itu menjadi salah satu sumber pendapatan desa dan masyarakat setempat.

Warga setempat sempat berupaya menyelamatkan sebagian ayam saat air mulai naik. Namun derasnya arus banjir membuat upaya penyelamatan tidak dapat dilakukan secara maksimal.

Banyak ayam terbawa arus bersama puing kandang yang roboh diterjang banjir. Peristiwa ini menjadi salah satu dampak paling parah dari banjir yang melanda wilayah selatan Kabupaten Lebak.

Sejumlah wilayah di Kecamatan Bayah sebelumnya juga dilaporkan terdampak banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem. Luapan sungai menyebabkan akses jalan dan aktivitas masyarakat terganggu di beberapa desa.

Pemerintah desa bersama warga kini mulai melakukan pendataan kerusakan dan kerugian akibat bencana tersebut. Ade berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu pemulihan usaha peternakan milik Bumdes. “Kami berharap ada perhatian dan bantuan agar usaha peternakan ini bisa kembali berjalan,” katanya.

Menurut dia, usaha peternakan ayam petelur tersebut telah berjalan cukup lama dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga desa. Selain menghasilkan pendapatan desa, usaha itu juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar.

Hingga kini, kondisi cuaca di wilayah selatan Lebak masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan.

Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk segera mengungsi apabila debit air sungai kembali meningkat secara tiba-tiba. Proses pembersihan material sisa banjir mulai dilakukan warga secara gotong royong di area terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....