Keikhlasan Diperlukan sebagai Kesiapan Menghadapi Kematian
- 10 Mei 2026 08:32 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kesiapan hati dalam menghadapi kematian disebut sebagai tanda seseorang memiliki keimanan dan keikhlasan yang kuat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pemahaman tersebut disampaikan Ustazah Ai Judiyyah Fahmi dalam program Mutiara Pagi, Minggu, 10 Mei 2026. Ia menjelaskan, orang yang siap memenuhi panggilan Allah tidak lagi terlalu terikat pada urusan duniawi.
“Mereka sudah tidak ingin dipuji. Ketika dipuji tidak menjadi sombong, dan ketika dihina tidak menjadi terpuruk,” ujarnya.
Menurutnya, orang-orang saleh memiliki ketenangan hati karena lebih fokus mempersiapkan kehidupan akhirat dibanding mengejar pengakuan manusia. Ia menyebut ciri lainnya adalah mampu memaafkan orang lain, menerima nasihat dengan lapang dada, serta tetap istiqamah menjalankan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ustazah Ai Judiyyah juga mengatakan rasa takut menghadapi kematian merupakan hal yang wajar dialami manusia. Namun, rasa takut tersebut harus dijadikan pengingat untuk memperbaiki amal ibadah, menjaga hubungan baik dengan sesama, dan terus mendekatkan diri kepada Allah.
Selain itu, ia mengingatkan, setiap manusia pasti pernah mengalami penurunan iman dan rasa malas dalam beribadah. Kondisi tersebut dinilai sebagai godaan yang harus dilawan dengan memperbanyak doa, zikir, dan memaksa diri tetap menjalankan kewajiban ibadah sehari-hari.
“Ketika muncul rasa malas melakukan hal baik, segera berlindung kepada Allah karena itu termasuk godaan setan,” katanya.
Melalui pembahasan tersebut, masyarakat diajak untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan memperkuat keimanan, menjaga istiqamah dalam ibadah, memperbaiki akhlak kepada sesama, serta tidak terlalu bergantung pada pujian maupun penilaian manusia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....