Minat Kerja Luar Negeri Warga Lebak Meningkat

  • 27 Feb 2026 05:28 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Lebak, Dedi Lukman Indepur , menyebutkan minat pencari kerja asal Kabupaten Lebak untuk bekerja ke luar negeri terbilang cukup tinggi. Para pekerja migran tersebut diberangkatkan ke berbagai negara di kawasan Asia hingga Eropa.

Dedi menjelaskan bahwa sepanjang 2025 sebanyak 223 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Lebak telah diberangkatkan ke 14 negara tujuan. “Jumlah pemberangkatan TKI asal Lebak pada 2025 lebih banyak dibandingkan 2024 yang hanya 150 orang,” ujar Dedi.

Ia menilai peningkatan jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat warga untuk bekerja di luar negeri. Selain itu, peluang kerja di sektor formal luar negeri dinilai cukup menjanjikan dari sisi pendapatan.

Menurut Dedi, keberangkatan warga untuk bekerja ke luar negeri turut membantu meningkatkan perekonomian keluarga sekaligus mengurangi angka pengangguran di daerah. “Keberangkatan mereka selain membantu ekonomi keluarga juga berdampak pada penurunan angka pengangguran di Kabupaten Lebak,” katanya di Rangkasbitung, Kamis 26 Februari 2026.

Pemerintah Kabupaten Lebak, lanjut Dedi, bekerja sama dengan perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) yang telah mengantongi izin resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).“Kami bekerja sama dengan PJTKI itu dalam upaya mengurangi pengangguran, karena minat warga Lebak untuk menjadi pekerja migran cukup tinggi dan terbukti 2025 sebanyak 223 orang dan awal Januari 2026 mencapai 28 orang,” katanya

Ia merinci, para pekerja migran asal Lebak tersebut bekerja di 14 negara, antara lain Arab Saudi, Taiwan, Singapura, Malaysia, Jepang, Turki, Hong Kong, Brunei, Kuwait, Korea Selatan, Qatar, Bulgaria, Uni Emirat Arab dan Slovakia.

Sebagian besar pekerja ditempatkan di sektor formal, seperti perawat bayi, perawat lansia, perawat rumah sakit, salon aksesoris kendaraan, penjaga toko, pabrik, perbengkelan, hingga petugas pengamanan. “Para tenaga kerja migran itu memiliki latar belakang pendidikan mulai dari tamatan SMP sampai sarjana (S-1),” ujar Dedi.

Ia memastikan sebelum diberangkatkan, para pekerja telah memiliki kompetensi sesuai kebutuhan negara penempatan. Selain itu, mereka juga dibekali kemampuan bahasa asing yang memadai. “Kami berharap tenaga pekerja ke luar negeri memiliki kemampuan bahasa, kompetensi, serta sertifikasi sesuai permintaan dari negara tujuan,” ucapnya.

Sementara itu, Yuli (25), warga Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, mengaku akan berangkat ke Arab Saudi pada awal Maret 2026 untuk bekerja sebagai perawat lansia dengan kontrak selama tiga tahun. “Saya berangkat bekerja ke luar negeri awal Maret 2026 dan ingin mengubah nasib. Hasil gaji nanti selain untuk membantu ekonomi orang tua, juga untuk modal usaha ke depan,” ujar Yuli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....