Strategi Investasi Aman Selama Ramadan 2026
- 25 Feb 2026 17:59 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pengelolaan keuangan yang tepat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga, khususnya selama bulan Ramadan yang identik dengan meningkatnya kebutuhan dan pengeluaran. Hal ini mengemuka dalam Dialog Interaktif RRI Pro 1 Banten, Rabu, 25 Februari 2026, yang menghadirkan Branch Manager Bank Muamalat Indonesia Cabang Serang, M. Husein Sucipto, sebagai narasumber utama.
Dalam kesempatan tersebut, Husein memaparkan sejumlah strategi investasi yang aman dan produktif agar masyarakat tetap mampu mengelola keuangan secara bijak tanpa mengabaikan nilai-nilai syariah. Ia menyarankan masyarakat untuk memulai investasi berdasarkan profil risiko masing-masing, terutama bagi pemula yang baru mengenal instrumen keuangan.
“Untuk pemula, emas bisa menjadi pilihan karena relatif aman dan nilainya cenderung meningkat dalam jangka panjang. Selain itu, masyarakat juga bisa mempertimbangkan reksa dana, deposito syariah, maupun saham syariah sesuai dengan tujuan finansialnya,” ujarnya.
Husein menekankan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat. Menurutnya, kehati-hatian dalam memilih produk dan lembaga keuangan merupakan langkah awal untuk menghindari risiko kerugian.
Ia mengingatkan agar masyarakat memastikan setiap lembaga keuangan yang digunakan memiliki izin resmi dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.
Sementara itu, narasumber lainnya, Suwariyanti, menyoroti pentingnya perencanaan keuangan keluarga yang terstruktur, terutama selama Ramadan. Ia menjelaskan bahwa pembagian pos keuangan yang jelas dapat membantu masyarakat mengendalikan pengeluaran sekaligus tetap memiliki ruang untuk menabung dan berinvestasi.
“Kami menyarankan pola pengelolaan keuangan dengan pembagian 10 persen untuk sosial, 20 persen untuk tabungan dan investasi, maksimal 30 persen untuk cicilan, serta 40 persen untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” katanya
Ia menambahkan, kebiasaan menyusun anggaran secara disiplin akan membantu keluarga terhindar dari pemborosan, terutama saat menghadapi godaan konsumtif seperti belanja berlebihan untuk kebutuhan buka puasa, pakaian baru, maupun persiapan Lebaran.
Lebih lanjut, Suwariyanti mengingatkan masyarakat agar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Menurutnya, prinsip mengutamakan fungsi dibandingkan gengsi perlu terus ditanamkan agar kondisi keuangan tetap sehat, tidak hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya.
Melalui penerapan strategi pengelolaan dan investasi keuangan yang tepat, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu mengendalikan pengeluaran selama Ramadan, tetapi juga membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan demi kesejahteraan jangka panjang keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....