Bedakan Menahan dan Mengelola Emosi

  • 21 Feb 2026 13:41 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Banyak orang masih keliru membedakan antara menahan emosi dan mengelola emosi. Konselor dari Aku Temanmu, Muhamad Jutana, menjelaskan bahwa emosi bukanlah sesuatu yang harus ditekan, melainkan dipahami dan disalurkan dengan cara yang tepat.

Menurut Jutana, perbedaan mendasar antara menahan dan mengelola emosi terletak pada kesadaran. Orang yang menahan emosi cenderung berkata dalam dirinya, “Aku jangan marah,” tanpa memahami apa yang sedang dirasakan.

Sebaliknya, orang yang mengelola emosi menyadari penyebabnya. “Kalau orang yang mengelola emosi dia sadar, ‘Oh, oke. Aku saat ini marah karena ada stimulus yang membuat aku merasa tidak adil.’ Maka dia berpikir terlebih dahulu sebelum merespon,” ucap Jutana, Jumat, 20 Februari 2026.

Jutana mengingatkan bahwa emosi yang ditahan justru berpotensi menumpuk dan meledak di kemudian hari, bahkan menimbulkan rasa bersalah setelahnya. “Semua emosi itu layak untuk dialirkan. Tidak ada satupun emosi yang ditahan, semuanya harus dialirkan,” katanya.

Dalam proses pengelolaan emosi, Jutana menyarankan pentingnya mengambil jeda sebelum merespons. Teknik sederhana seperti mengatur napas atau mengubah posisi tubuh bisa membantu menurunkan intensitas emosi.

“Jarak antara stimulus dan respon itu perlu diambil jeda. Supaya yang muncul bukan sekadar dorongan, tapi juga pertimbangan logika,” ujar Jutana.

Ia berharap masyarakat, khususnya generasi muda, tidak lagi memaknai sabar sebagai memendam.“Sabar itu bukan aktivitas pasif, tapi aktif. Kita mengambil jeda untuk berpikir jernih sebelum merespon,” kata Jutana.

Dengan memahami perbedaan menahan dan mengelola emosi, diharapkan setiap individu mampu membangun kesehatan mental yang lebih baik, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....