Bertaubat dan Beristiqamah Jadi Kunci dalam Bulan Ramadhan
- 20 Feb 2026 13:30 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Taubat dan istiqamah menjadi dua kunci utama dalam pemaknaan ibadah Ramadan. Pemahaman tersebut disampaikan Anggota Departemen Keanggotaan dan Database Masjid DMI Provinsi Banten, Ustaz Muhammad Zainul Haq, dalam dialog Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum ibadah ritual, tetapi juga ruang pembelajaran spiritual agar umat Islam mampu memperbaiki diri secara berkelanjutan. Ustaz Zainul menjelaskan taubat yang benar memiliki tiga syarat utama.
Pertama, adanya penyesalan yang mendalam atas dosa yang telah dilakukan. Kedua, menghentikan perbuatan dosa tersebut. Ketiga, adanya tekad kuat dalam hati untuk tidak mengulanginya kembali. Tanpa ketiga unsur itu, taubat dinilai belum sempurna di hadapan Allah SWT.
Ia secara khusus menyoroti persoalan meninggalkan puasa Ramadan secara sengaja. Menurutnya, selama seseorang masih memiliki kemampuan fisik untuk berpuasa, maka kewajiban yang ditinggalkan harus diganti dengan puasa qadha, bukan dengan fidyah. Hal ini kerap disalahpahami oleh sebagian masyarakat.
“Selama masih mampu berpuasa, maka hutang puasa harus dibayar dengan puasa, bukan fidyah,” ujarnya.
Ia menegaskan, fidyah hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang benar-benar tidak memiliki kemampuan untuk berpuasa, seperti lanjut usia atau penderita penyakit menahun yang kecil kemungkinan sembuh. Penjelasan ini penting agar umat Islam tidak keliru dalam menjalankan kewajiban ibadah.
Selain taubat, Ustaz Zainul juga menekankan pentingnya menjaga istiqamah beribadah setelah Ramadan. Ia mengingatkan Allah yang disembah di bulan Ramadan adalah Allah yang sama yang disembah di luar Ramadan. Karena itu, semangat ibadah seharusnya tidak berhenti setelah bulan suci berlalu.
“Kalau di Ramadan kita mampu menahan diri dan memperbanyak ibadah, berarti sebenarnya kita juga mampu di luar Ramadan, asalkan mau meminta pertolongan Allah,” katanya.
Menurutnya, kedekatan kepada Allah menjadi kunci utama agar istiqamah dapat terjaga. Ia mendorong umat Islam untuk memperbanyak doa agar dimudahkan dalam beribadah, bukan hanya memohon urusan duniawi, tetapi juga keselamatan akhirat.
Menutup tausiah, Ustaz Zainul Haq menyebut Ramadan sebagai anugerah besar dan sarana pembersih dosa yang Allah sediakan bagi umat manusia. Ia mengingatkan bahwa menyia-nyiakan Ramadan merupakan kerugian besar. “Ramadan adalah mesin penghancur dosa. Mari maksimalkan ibadah agar keluar dari Ramadan dalam keadaan bersih dan bertakwa,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....