Keterbatasan Stok Bunga Jadi Tantangan Pelaku Usaha Floris
- 06 Jul 2026 20:57 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Usaha florist di Banten menghadapi tantangan serius terutama pada ketersediaan bahan baku bunga yang dipengaruhi kondisi cuaca dan musim. Hal tersebut berdampak langsung pada harga dan jumlah pasokan yang diterima pelaku usaha, termasuk pada usaha Boo Florist yang dikelola Natasha Friska Aprilia.
Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, sejumlah jenis bunga seperti mawar mengalami penurunan produksi. Hal ini menyebabkan harga naik dan stok menjadi terbatas dibandingkan kebutuhan pasar yang tinggi, terutama pada momen tertentu ketika permintaan meningkat.
“Jadi untuk mawar sendiri salah satunya itu lagi susah banget. Kalaupun ada mahal, naik berarti dua kali lipat,” kata Natasha dalam program UMKM Bicara RRI Banten, Senin, 6 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pelaku usaha harus melakukan penyesuaian terhadap pesanan pelanggan. Selain itu, kualitas tetap menjadi prioritas utama meskipun harga mengalami perubahan akibat keterbatasan pasokan dari petani.
Di sisi lain, jumlah stok yang tersedia tidak sebanding dengan permintaan pelanggan yang tinggi. Bahkan dalam beberapa kasus, satu pelanggan dapat memesan hingga ratusan tangkai bunga untuk satu kebutuhan dekorasi atau buket.
“Berarti satu orang itu pesannya kemarin bisa sampai 100 atau 200 tangkai,” ujarnya.
Kondisi ini membuat pelaku usaha harus memberikan pemahaman kepada pelanggan agar tetap menerima kondisi pasar. Pendekatan komunikasi menjadi kunci agar konsumen memahami bahwa kenaikan harga bukan berasal dari pelaku usaha, melainkan dari rantai pasok yang terdampak produksi.
Natasha menegaska, menjaga kepercayaan pelanggan menjadi prioritas utama dalam menjalankan usaha florist. Ia menyebut, kualitas produk dan transparansi harga menjadi faktor penting agar pelanggan tetap loyal meski kondisi pasar tidak stabil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....