Satgas Kadin Pusat Sidak Dapur MBG di Pandeglang

  • 20 Agt 2026 14:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang mendapatkan inspeksi mendadak (sidak) langsung dari Satuan Tugas (Satgas) MBG Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada Kamis 20 Agustus 2026. Peninjauan lapangan tersebut dilakukan pada Satuan Pemenuhan Pelayanna Gizi Batu Bantar 2 i di Kecamatan Cimanuk, Pandeglang guna memastikan seluruh proses pengolahan hingga distribusi makanan di dapur umum berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Wakil Ketua Satgas MBG Kadin Indonesia, Desi Aryanti, menjelaskan bahwa pengawasan ketat ini penting dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan kepada para siswa sekaligus mencegah potensi kejadian luar biasa (KLB) seperti keracunan makanan yang sempat disoroti di beberapa daerah. Tim pengawas disebutnya turun langsung mengecek kondisi kebersihan ruangan dapur, higienitas peralatan masak, hingga kelayakan menu gizi yang disajikan.

"Kami memastikan tidak ada pelanggaran di lapangan, termasuk memastikan tidak ada kasus keracunan makanan. Karena itu kami juga mengecek dapur untuk melihat apakah semuanya sudah sesuai SOP BGN," ujar Desi, Kamis 20 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, indikator penilaian difokuskan pada kesesuaian teknis pengelolaan dapur, variasi menu harian, serta tingkat kepuasan para pelajar di sekolah penerima manfaat. Pihaknya menegaskan bahwa pengawasan preventif secara berkala menjadi kunci utama agar program prioritas pemerintah ini berjalan aman dan higienis.

"Indikatornya jelas, apakah dapur sudah sesuai juknis BGN, higienitasnya terjaga, alurnya benar, dan menunya bervariasi. Setelah itu kami lihat respons anak-anak di sekolah, apakah mereka senang dan puas dengan makanan yang diterima," katanya.

Sementara, Kepala SPPG Batu Bantar 2, Batras Agung Ryanda, menyatakan bahwa dapur yang dipimpinnya saat ini melayani total 2.649 penerima manfaat. Sasaran distribusi tersebut mencakup sepuluh sekolah, satu pondok pesantren, dua desa penerima program B3, serta tigabelas posyandu wilayah sekitar.

Batras memastikan bahwa seluruh tahapan pengolahan makanan, mulai dari pemeriksaan suhu bahan baku hewani saat diterima dari pemasok hingga proses memasak, telah diawasi ketat sesuai regulasi Badan Gizi Nasional. Kunjungan monitoring dari pusat ini dinilainya semakin memperkuat komitmen pengelola dalam menjaga mutu layanan gizi masyarakat.

"Kami melayani 2.649 penerima manfaat dengan menu yang terus divariasikan sesuai anjuran Badan Gizi Nasional. Seluruh proses, mulai dari penerimaan barang hingga pengolahan makanan, diawasi agar sesuai SOP BGN," ujar Batras.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....