Satgas MBG Pandeglang Sambut Kepemimpinan Baru BGN

  • 24 Jul 2026 14:52 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Satgas MBG Pandeglang melihat pergantian kepemimpinan Badan Gizi Nasional sebagai momentum strategis untuk memperkuat efektivitas Program Makan Bergizi Gratis.
  • Presiden Prabowo melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN baru pada 22 Juli 2026 menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
  • Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah Pandeglang dan sekitarnya.

RRI.CO.ID, Pandeglang – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Pandeglang memaknai pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai momentum strategis untuk memperkuat efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perombakan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto ini diharapkan tidak hanya mendongkrak kualitas gizi anak, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.

Perubahan kepemimpinan di tingkat pusat tersebut menyusul pengunduran diri Kepala BGN sebelumnya, Nanik S. Deyang, karena alasan kesehatan. Presiden kemudian melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru pada Rabu 22 Juli 2026, disertai penataan jajaran wakil kepala dan deputi guna mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas nasional.

Ketua Satgas MBG Pandeglang yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pandeglang, Iing Andri Supriadi menilai, langkah cepat pemerintah pusat ini sebagai respons positif terhadap dinamika di lapangan. Ia berharap kepemimpinan baru dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan program hingga ke tingkat daerah.

"Sebagai Satgas MBG Kabupaten Pandeglang, kami menyambut baik langkah Presiden menata kembali Badan Gizi Nasional. Ini merupakan respons cepat terhadap aspirasi publik agar pelaksanaan program semakin baik," ujar Iing, Jumat 24 Juli 2026.

Iing menekankan bahwa keberhasilan Program MBG tidak sekadar diukur dari pemenuhan gizi peserta didik dan penurunan angka stunting, melainkan juga berfungsi sebagai instrumen penggerak ekonomi kerakyatan. Ekosistem program ini dinilainya mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas melalui penyerapan hasil pertanian lokal serta pemberdayaan pelaku UMKM.

Di Kabupaten Pandeglang sendiri, menurut Iing implementasi program strategis ini terus menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan laporan koordinator wilayah, saat ini tercatat sekitar 200 dapur MBG telah beroperasi secara aktif untuk melayani para penerima manfaat di berbagai kecamatan.

"Karena BGN ini bukan hanya sebatas berfokus terhadap peningkatan gizi atau pemberian gizi terhadap anak, tapi multi-effect dari program ini sangat besar. Baik itu penyerapan tenaga kerja, termasuk peningkatan ekonomi masyarakat kecil sehingga bisa menyerap kebutuhan pangan dari para petani di Kabupaten Pandeglang," katanya.

Pemkab Pandeglang berharap sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah di bawah kepemimpinan baru BGN dapat terus terjalin. Dengan demikian, tujuan besar peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal dapat tercapai secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....