MBG di Pandeglang Telah Menjangkau 504 Ribu Jiwa

  • 23 Jul 2026 13:32 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang telah kembali berjalan pada tahun ajaran baru 2026/2027 setelah sebelumnya terhenti.
  • Hingga 20 Juli 2026, sasaran penerima manfaat MBG mencapai lebih dari 504 ribu orang yang meliputi peserta didik dari berbagai jenjang, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
  • Pelaksanaan program masih mengalami hambatan karena keterbatasan jumlah titik layanan dapur penyedia makanan bergizi sehingga belum dapat menjangkau seluruh satuan pendidikan.

RRI.CO.ID, Pandeglang - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pandeglang kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Meski demikian, pelaksanaannya belum sepenuhnya menjangkau seluruh satuan pendidikan karena masih terdapat keterbatasan titik layanan dapur penyedia makanan bergizi.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Pandeglang, Nono Suparno menyampaikan, hingga 20 Juli 2026 sasaran penerima manfaat MBG di Kabupaten Pandeglang mencapai lebih dari 504 ribu orang, meliputi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Untuk jenjang pendidikan dasar, penerima manfaat yang telah terlayani mencapai lebih dari 206 ribu siswa.

"Kalau yang kami pantau, siswa sangat antusias. Bahkan sebelum makanan datang mereka sudah bertanya, 'Mana MBG belum datang?' Itu menunjukkan program ini diterima dengan sangat positif dan membantu kebutuhan gizi anak-anak di sekolah," katanya dalam program Kita Indonesia bersama RRI Pro 1 Banten, Kamis, 23 Juli 2026.

Menurut Nono, selain meningkatkan asupan gizi, program MBG juga memberikan dampak positif terhadap kehadiran siswa di sekolah. Ia menilai program tersebut mampu meningkatkan semangat belajar, terutama bagi peserta didik yang sebelumnya kurang disiplin mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Meski demikian, Dindikpora mencatat masih ada ribuan siswa yang belum memperoleh manfaat MBG. Sebagian besar berasal dari sekolah yang belum memiliki akses ke dapur penyedia makanan bergizi. Beberapa taman kanak-kanak dan kelompok bermain juga masih menunggu layanan karena lokasi sekolah berada di luar jangkauan dapur operasional yang telah tersedia.

Untuk mengatasi persoalan itu, Satgas MBG Kabupaten Pandeglang telah mengusulkan evaluasi pemetaan titik koordinat dapur kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan kementerian terkait. Evaluasi diperlukan agar distribusi makanan bergizi lebih merata dan tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu.

"Yang belum mendapatkan manfaat umumnya karena titik koordinat dapurnya belum tersedia atau masih dalam proses pembangunan. Karena itu kami mengusulkan evaluasi titik koordinat agar sekolah-sekolah yang belum terlayani bisa segera mendapatkan manfaat MBG," ucapnya.

Dinas Pendidikan memastikan koordinasi bersama pemerintah daerah, BGN, Bappenas, dan seluruh anggota Satuan Tugas MBG terus dilakukan secara berkala. Dengan penataan ulang titik distribusi dan penambahan dapur operasional, pemerintah daerah berharap seluruh peserta didik di Kabupaten Pandeglang dapat memperoleh layanan Makan Bergizi Gratis secara merata pada tahap berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....