Kuota SD Sekolah Rakyat di Pandeglang Belum Terpenuhi
- 26 Jun 2026 17:25 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang mencatat alokasi kursi untuk calon siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) di Sekolah Rakyat Cadasari belum terpenuhi secara maksimal menjelang bergulirnya tahun ajaran baru 2026/2027. Kepala Dinsos Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan mengatakan mandeknya keterisian kuota ini dipicu oleh kendala sosiologis, mayoritas orang tua disebutnya belum rela melepaskan anak-anak mereka yang masih berusia dini untuk tinggal di dalam fasilitas asrama.
Berdasarkan regulasi kuota dari Kementerian Sosial, Kabupaten Pandeglang memperoleh total jatah bangku untuk 270 anak yang berlatar belakang ekonomi rentan. Jatah tersebut dibagi secara merata ke dalam tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA dengan alokasi masing-masing sebanyak 90 siswa guna mengisi tiga rombongan belajar (rombel) per jenjang.
“Untuk SD belum terpenuhi kuota. Maka kita kembalikan ke Kemensos untuk arahan dan kebijakan selanjutnya,” ujar Wawan, Jumat 26 Juni 2026.
Wawan memaparkan, situasi ini berbanding terbalik dengan antrean calon siswa pada tingkat SMP dan SMA yang justru telah melampaui ambang batas kuota yang disediakan. Banyaknya pendaftar tersebut dikatakan Wawan didominasi oleh warga yang masuk dalam kategori klasifikasi Desil 1 (miskin ekstrem) dan Desil 2 (miskin).
“Untuk kuota SD belum terpenuhi ini karena usianya masih kecil. Jadi orangtua belum mengizinkan anaknya tinggal di asrama Sekolah Rakyat,” kata Wawan.
Menurut Wawan, institusi pendidikan terpadu yang berlokasi di Kampung Koranji, Desa Koranji, Kecamatan Cadasari ini ditargetkan mampu menampung hingga 500 siswa pada fase gelombang pertama Juli mendatang. Seluruh calon peserta didik merupakan anak-anak pilihan hasil verifikasi ketat dari Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos berdasarkan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas megah yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektar tersebut, sisa kapasitas daya tampung global dikatakan Wawan akan dialokasikan bagi daerah penyangga lain di Provinsi Banten. Ia menyebut Dinas Sosial Provinsi Banten telah mengonfirmasi adanya skema siswa titipan, mencakup rujukan dari Kota Tangerang Selatan sebanyak 90 anak serta Kabupaten Serang dengan total muatan 180 siswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....