Koperasi Merah Putih Dorong Ekonomi Lokal Lebak

  • 14 Jun 2026 08:14 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Koperasi Kelurahan dan Desa Merah Putih (KKDMP) di Kabupaten Lebak, optimistis mampu menumbuhkan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Keberadaan koperasi yang digagas pemerintah pusat itu dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat perekonomian desa dan kelurahan.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, di Rangkasbitung mengatakan, saat ini sebanyak 78 unit KKDMP telah beroperasi di berbagai wilayah Kabupaten Lebak. Koperasi yang sudah berjalan tersebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Selain mendorong aktivitas ekonomi, koperasi juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja baru bagi warga. “Kami optimistis keberadaan KKDMP dapat menumbuhkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lebak,” kata Imam Suangsa, Sabtu,13 Juni 2026.

Koperasi yang telah beroperasi menjalankan berbagai kegiatan usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sedikitnya terdapat tujuh unit usaha yang dikembangkan oleh KKDMP.

Unit usaha tersebut meliputi kantor koperasi sebagai pusat layanan anggota dan pengelolaan administrasi. Koperasi juga membuka kios pengadaan bahan pokok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

Layanan simpan pinjam turut disediakan guna membantu anggota memperoleh akses pembiayaan usaha maupun kebutuhan produktif lainnya. Koperasi juga mengembangkan klinik kesehatan desa dan kelurahan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Tidak hanya itu, tersedia pula apotek desa atau kelurahan yang menyediakan berbagai kebutuhan obat-obatan dasar. Dalam mendukung ketahanan pangan, KKDMP juga mengelola sistem pergudangan dan fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu menjaga kualitas hasil pertanian dan produk pangan sebelum dipasarkan. Koperasi juga mengembangkan sarana logistik guna memperlancar distribusi barang dari produsen ke konsumen.

Imam mengatakan seluruh koperasi yang telah beroperasi saat ini masih mengandalkan modal yang berasal dari anggota. “Modal usaha koperasi berasal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota setiap bulan, serta belum menerima penyertaan modal dari PT Agrinas Pangan Nusantara,” ujarnya.

Untuk memperkuat operasional, KDKMP menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan pelaku usaha. Mitra kerja sama tersebut antara lain Perum Bulog, puskesmas, kelompok tani, hingga pengusaha sembako.

“Koperasi ini dapat mempersingkat rantai pasok sehingga harga kebutuhan pokok menjadi lebih murah dan terjangkau masyarakat,” katanya.

Kepala Cabang Perum Bulog Lebak-Pandeglang, Muhammad Syaukani mengatakan, pihaknya telah memasok bahan pokok ke 15 KKDMP di Kabupaten Lebak. Pasokan tersebut bertujuan menjaga ketersediaan pangan sekaligus memberikan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar. Ia menambahkan, untuk komoditas tepung terigu dan gula pasir dijual secara komersial, namun tetap berada di bawah harga pasaran sehingga dapat membantu menjaga daya beli masyarakat.

“Kami memasok beras SPHP dengan harga Rp11 ribu per kilogram dan minyak goreng Rp14.500 per liter agar masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau,” kata Muhammad Syaukani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....