Progres KDMP Lebak Lampaui Lima Puluh Persen

  • 19 Feb 2026 21:11 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak, Banten, terus menunjukkan progres signifikan. Dari total target 345 titik pada tahun 2026, sebanyak 195 gerai telah dibangun dan enam di antaranya sudah rampung 100 persen.

Komandan Kodim 0603/ Lebak, Letkol Inf I Gede Mahendra Subrata, mengungkapkan bahwa progres pembangunan KDMP di wilayahnya telah melampaui 50 persen. “Target kita di Kabupaten Lebak sebanyak 345 titik. Sampai hari ini, lahan yang sudah kami daftarkan sekitar 263 titik yang masuk portal, dan yang sudah dibangun sejumlah 195 titik. Artinya progresnya sudah di atas 50 persen,” kata Gede di Rangkasbitung, Kamis 19 Februari 2026.

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan terus dilakukan agar seluruh target dapat terealisasi sesuai rencana. Koordinasi dengan pemerintah desa juga terus diperkuat. Menurutnya, hingga akhir Februari ini pihaknya menargetkan tambahan sekitar 20 titik dapat selesai 100 persen.

Upaya tersebut dilakukan agar capaian pembangunan semakin optimal. “Sekarang masih dalam progres pembangunan 195 titik. Dari jumlah tersebut, enam titik sudah selesai 100 persen dan telah dilakukan groundbreaking,” ujarnya.

Gede menyebutkan, enam titik yang telah rampung tersebut berada di wilayah Rangkasbitung, Sajira Mekar, Maja Baru, dan Leuwidamar. Pembangunan di sejumlah kecamatan itu diharapkan menjadi percontohan bagi desa lainnya.

Keberadaan KDMP dinilai mampu memperkuat perekonomian desa sekaligus memperluas akses layanan koperasi bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan usaha mikro di tingkat desa.

Ia menegaskan, percepatan pembangunan tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

Terkait kendala, Gede mengakui bahwa persoalan utama bukan pada pembangunan fisik.

Tantangan lebih banyak muncul pada aspek pencatatan dan ketersediaan lahan di beberapa desa. “Ada desa yang belum memiliki lahan, ada juga yang lahannya tersedia tetapi masih perlu proses birokrasi perizinan. Kami membantu menjemput bola untuk menengahi dan membantu desa menyelesaikan perizinannya,” katanya.

Ia memastikan setiap pembangunan KDMP dilaksanakan setelah melalui musyawarah desa (musdes) dan seluruh perizinan dinyatakan lengkap. Proses tersebut menjadi syarat utama sebelum pembangunan dimulai.

“Ketika sudah dimusdeskan dan perizinannya lengkap serta diputuskan untuk dibangun, maka akan kami laksanakan pembangunannya,” ucap Gede.

Dengan progres yang telah melampaui 50 persen, pihaknya optimistis seluruh target 345 titik KDMP di Kabupaten Lebak dapat tercapai sesuai rencana. Program ini diharapkan memberi dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat desa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....