Dukung Ketahanan Pangan, KNPI Lebak Segera Panen Jagung Kedua
- 03 Jun 2026 14:14 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebak menegaskan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional melalui budidaya jagung. Organisasi kepemudaan tersebut dijadwalkan melaksanakan panen jagung kedua di lahan seluas 1,5 hektare di Desa Padasuka, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Lebak, Cucu Komarudin mengatakan, panen jagung tersebut merupakan bagian dari kontribusi nyata organisasi kepemudaan dalam mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Menurutnya, keterlibatan pemuda dalam sektor pertanian perlu terus diperkuat agar mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Mengingat sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Kabupaten Lebak.
| Baca juga: KNPI Lebak Gelar Panen Raya Jagung |
Karena itu, KNPI berupaya menghadirkan program yang dapat mendorong generasi muda untuk terlibat langsung dalam aktivitas pertanian produktif. Cucu menyebutkan, budidaya jagung yang dilakukan KNPI bukan sekadar kegiatan seremonial. Program itu dirancang sebagai langkah berkelanjutan dalam mendukung peningkatan produksi pangan daerah.
“Panen jagung kedua ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus mendorong keterlibatan pemuda di sektor pertanian,” kata Ucu Komarudin di Rangkasbitung, Rabu, 3 Juni 2026.
Dia menjelaskan, selama ini KNPI Lebak berupaya memanfaatkan lahan yang tersedia agar memiliki nilai produktif bagi masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kepada kalangan pemuda mengenai pentingnya sektor pertanian.
“Pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, kami ingin generasi muda tidak ragu untuk terjun dan mengembangkan sektor ini,” ujarnya.
Meski panen akan segera dilakukan, Ucu mengaku belum dapat memastikan jumlah hasil produksi jagung yang akan diperoleh dari lahan tersebut. Hal itu karena proses pemanenan belum dimulai sehingga perhitungan hasil panen masih menunggu data riil di lapangan.
“Kami belum bisa memastikan berapa ton hasil panennya. Nanti setelah proses panen berlangsung, baru dapat diketahui secara pasti jumlah produksi yang dihasilkan,” ucapnya.
Ia berharap hasil panen kali ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap ketersediaan pangan di Kabupaten Lebak. Selain itu, hasil budidaya jagung tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi kelompok pemuda lainnya untuk mengembangkan kegiatan serupa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....