Dinsos Pandeglang Mapping Calon Siswa Sekolah Rakyat

  • 01 Mei 2026 09:03 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang mulai melakukan pemetaan (mapping) terhadap potensi calon siswa yang akan mengisi Sekolah Rakyat (SR). Penjaringan difokuskan pada siswa yang akan memasuki jenjang pendidikan baru, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Langkah antisipatif ini melibatkan para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjaring data anak-anak dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah. Pemetaan ini bertujuan agar saat instruksi pembukaan pendaftaran turun, pemerintah daerah sudah memiliki basis data yang akurat dan siap diverifikasi.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan menegaskan, pendataan ini dilakukan sebagai persiapan sebelum adanya instruksi resmi terkait rekrutmen siswa dari pemerintah pusat. Para pendamping PKH disebutnya telah diinstruksikan menyisir data anak-anak yang berada pada kategori kemiskinan ekstrem atau masuk dalam Desil satu dan Desil dua.

"Saya instruksikan pendamping PKH melakukan mapping potensi siswa agar begitu ada instruksi pusat, kita sudah siap dengan data yang ada di Kabupaten Pandeglang," kata Wawan, 30 April 2026.

Wawan mengatakan, kriteria penerimaan siswa di sekolah ini bersifat khusus dan ketat guna memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran. Menurutnya, fokus penjaringan tahun ini menyasar siswa kelas enam SD yang akan masuk SMP, serta siswa kelas sembilan SMP yang akan melanjutkan ke jenjang SMA. Pendekatan berbasis data desil ini menjadi acuan utama agar program ini benar-benar menjangkau keluarga yang berada di garis kemiskinan terendah.

Dinas Sosial terus menunggu petunjuk teknis resmi dari Kementerian Sosial terkait mekanisme seleksi dan kuota pasti bagi anak-anak Pandeglang. Pengalaman pada kelas rintisan sebelumnya dikatakan Wawan menjadi evaluasi dalam menyusun strategi rekrutmen yang lebih efektif dan transparan.

"Penjaringan diprioritaskan bagi siswa yang masuk kelas satu SD, kelas tujuh SMP, dan kelas sepuluh SMA dari kategori keluarga Desil satu dan Desil dua," ujarnya.

Pemerintah daerah berharap Pandeglang mendapatkan porsi kuota penerimaan siswa yang lebih besar mengingat statusnya sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Banten. Harapan ini dinilai Wawan sejalan dengan tujuan pendirian SR di lokasi yang dekat dengan kantong-kantong kemiskinan agar akses pendidikan lebih mudah dijangkau.

Melalui mapping yang matang, transisi siswa dari sekolah reguler ke sekolah berasrama ini diharapkannya dapat berjalan lancar pada tahun ajaran mendatang. Dinsos berkomitmen memberikan asistensi penuh kepada orang tua siswa mengenai manfaat dan sistem pendidikan yang akan diterapkan di SR.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....