Sekolah Rakyat Pandeglang Targetkan Tampung 1.000 Siswa

  • 01 Mei 2026 08:57 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Sekolah Rakyat (SR) yang saat ini sedang dibangun di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang diproyeksikan memiliki kapasitas tampung mencapai 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Fasilitas pendidikan berasrama ini akan mengakomodir pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan terpadu..

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, Wawan Setiawan mengungkapkan, sekolah rakyat ini akan menyediakan sarana ruang kelas yang lengkap beserta fasilitas asrama bagi seluruh murid. Menurut Wawan, informasi dari pemerintah pusat menyebutkan keberagaman jenjang pendidikan dalam satu lokasi bertujuan menciptakan ekosistem belajar yang berkelanjutan bagi siswa. Dengan kapasitas seribu orang, SR diharapkannya mampu menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Pandeglang.

"Menurut informasi dari pusat, kapasitasnya kurang lebih 1.000 siswa untuk tingkat SD, SMP, sampai SMA, lengkap dengan asrama dan ruang kelas," kata Wawan Setiawan, Jumat 1 Mei 2026.

Walau demikian, menurutnya enerimaan siswa baru di sekolah ini dikunci khusus bagi masyarakat yang terdaftar dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 dalam data kemiskinan. Kebijakan ini disebutnya merupakan instruksi langsung dari pemerintah pusat guna menjamin intervensi pendidikan benar-benar menyasar kelompok paling rentan. Namun, Ia menyebut terdapat kemungkinan perluasan kriteria ke Desil 3 hingga Desil 5 apabila kuota seribu siswa belum terpenuhi dari kategori prioritas utama.

Penyediaan asrama dan tempat tinggal bagi para guru di dalam kompleks sekolah nantinya dinilai Wawan bertujuan menjamin pengawasan serta bimbingan belajar yang lebih intensif. Siswa tidak hanya mendapatkan materi akademik, tetapi juga pembinaan karakter melalui sistem kehidupan berasrama yang teratur. Menurutnya model pendidikan ini mengadopsi keberhasilan kelas rintisan yang saat ini masih berjalan di wilayah Tangerang dengan melibatkan siswa asal Pandeglang.

Dinas Sosial memastikan seluruh fasilitas yang dibangun sebanyak 23 gedung akan menunjang kenyamanan belajar dan aktivitas harian seribu siswa tersebut. Pengaturan zonasi antara gedung sekolah dan asrama dilakukan secara profesional untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Keberadaan dua lapangan olahraga di area sekolah juga menjadi sarana penting bagi pengembangan bakat non-akademik peserta didik.

"Siswa harus berasal dari Desil 1 dan Desil 2, tidak boleh lebih. Kedepannya mungkin tergantung kebijakan pusat apakah akan dibuka hingga Desil 5 jika kuota belum terpenuhi," ucapnya.

Wawan mengatakan, target operasional sekolah rakyat ini diharapkan dapat dimulai pada tahun ajaran baru pada bulan Juni atau Juli. Pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan provinsi dan pusat terkait skema pengelolaan siswa agar selaras dengan target seribu kuota tersebut.

"Keberhasilan sekolah rakyat ini akan menjadi tolok ukur penanggulangan kemiskinan melalui jalur pendidikan di Kabupaten Pandeglang," ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....