Dinsos Lebak Verifikasi Data Siswa Sekolah Rakyat

  • 27 Apr 2026 07:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, melakukan verifikasi pendataan siswa Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini mencakup jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Verifikasi dilakukan guna memastikan, peserta didik yang diterima benar-benar berasal dari keluarga miskin. Pemerintah daerah menegaskan bahwa program ini harus tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan oleh kelompok yang membutuhkan.

Seluruh peserta akan melalui proses asesmen yang ketat sebelum ditetapkan sebagai siswa Sekolah Rakyat. Hasil asesmen tersebut nantinya diajukan kepada Bupati Lebak untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK).

“Peserta yang lolos adalah mereka yang masuk kategori miskin rentan dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2,” ujar Plt. Kadinsos Kab. Lebak, Lela Gifty Clerita, Senin, 27 April 2026.

Program Sekolah Rakyat ini dirancang sebagai upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas. Pemerintah berharap, anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan lebih baik. Lulusan Sekolah Rakyat yang berprestasi di bidang akademik akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN).

Hal ini menjadi salah satu daya tarik utama program tersebut. “Bagi siswa yang berprestasi, kami dorong untuk melanjutkan ke PTN. Ini bagian dari upaya menciptakan SDM unggul,” kata Lela.

Bagi siswa yang tidak melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, pemerintah membuka peluang kerja di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jumlah siswa yang akan diterima pada tahun ajaran 2026/2027 ditetapkan sebanyak 200 orang. Rinciannya terdiri dari 25 siswa SD, 75 siswa SMP, dan 100 siswa SMA.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) nantinya akan menempati gedung baru Sekolah Rakyat yang dibangun oleh di wilayah Panggarangan, Kabupaten Lebak. Gedung tersebut telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, seperti asrama, ruang belajar, dapur, ruang makan, hingga lapangan olahraga dan ruang kesenian.

“Fasilitas ini kami siapkan agar siswa dapat belajar dengan nyaman dan optimal,” ujarnya.

Pelaksanaan KBM dijadwalkan mulai Juni 2026. Oleh karena itu, proses rekrutmen siswa baru saat ini difokuskan pada tahap verifikasi pendataan. Proses verifikasi ini juga melibatkan Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Lebak untuk memastikan akurasi data calon peserta.

“Kami menargetkan pendataan 200 siswa baru ini dapat rampung pada Mei 2026,” katanya.

Sebelumnya, pelaksanaan Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026 berjalan dengan baik, meskipun masih menggunakan fasilitas sementara. Kegiatan belajar saat itu dilaksanakan di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) milik Kementerian Pendidikan serta Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemerintah Kabupaten Lebak.

Program Sekolah Rakyat yang dicanangkan Presiden ini bertujuan mencetak generasi unggul dari keluarga miskin. Melalui pendidikan yang bermutu, diharapkan lahir sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....