Sekolah Rakyat dan Ketahanan Pangan Entaskan Kemiskinan Ekstrem

  • 03 Des 2025 15:41 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Assyidiqi Jayabaya menyakini program Sekolah Rakyat dan ketahanan pangan yang tengah dikembangkan pemerintah daerah, akan menekan bahkan menghapus kemiskinan ekstrem di wilayah Lebak.

Menurut Hasbi, pemerintah daerah saat ini tengah memprioritaskan pembangunan sektor pendidikan dan pangan sebagai strategi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan yang masih berada dalam kondisi kemiskinan ekstrem.

Baca juga: Sekolah Rakyat di Lebak Bentuk Generasi Cerdas dan Setara

Salah satu program unggulan yang tengah disiapkan adalah pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang rencananya dibangun di Kecamatan Panggarangan. Pemerintah Kabupaten Lebak telah menyediakan lahan seluas 8,5 hektare untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

“Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan formal, tetapi juga menjadi tempat pengembangan keterampilan masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja dan peningkatan produktivitas lokal,” kata dia, Rabu (3/12/2025).

Baca juga: Pemkab Lebak: Sekolah Rakyat Solusi Entaskan Kemiskinan

Pembangunan Sekolah Rakyat ini juga mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat dan Provinsi Banten dengan nilai total mencapai Rp300 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan yang lengkap dan berkelanjutan.

Selain pembangunan di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Lebak juga mengembangkan program ketahanan pangan melalui pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi modern yang akan berlokasi di wilayah Lebak selatan.

Baca juga: Rehabilitasi Gedung RMU dan Perbaikan Pasar Semi

“Rice Milling Unit tersebut nantinya akan dikelola oleh Perusahaan Daerah Lebak Niaga. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, khususnya gabah kering panen (GKP) dari petani,” ucap dia.

Bupati Hasbi menegaskan, RMU merupakan langkah strategis agar hasil pertanian tidak lagi dijual dalam bentuk gabah, melainkan diproduksi dan dikemas menjadi beras langsung di Lebak. Dengan demikian, pendapatan petani dapat meningkat secara signifikan.

"Ini bagian dari ketahanan pangan. Ke depan, gabah dari petani Lebak tidak akan lagi dijual keluar dalam bentuk mentah, tetapi akan diproduksi menjadi beras berkualitas di daerah sendiri," kata Hasbi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....