Dinkes Lebak Targetkan 750 Ribu CKG

  • 17 Feb 2026 12:04 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menargetkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada tahun ini menyasar sebanyak 750 ribu jiwa atau sekitar 50 persen dari total jumlah penduduk di daerah tersebut. Target ambisius itu ditetapkan sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh, sekaligus mendukung pembangunan daerah berbasis kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Firman Rahmatullah mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan berbagai strategi pelayanan untuk mencapai target tersebut.

“Untuk mencapai target 750 ribu jiwa, kami akan mengoptimalkan pelayanan dengan menyasar berbagai institusi, baik pemerintahan maupun swasta,” ujar Firman di Rangkasbitung, Senin 16 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Dinkes telah menginstruksikan kepada 43 puskesmas yang tersebar di 28 kecamatan agar aktif melayani program CKG kepada seluruh warga. “Kami sudah menginstruksikan 43 puskesmas di 28 kecamatan agar melayani program CKG hingga ke perkampungan dan desa, termasuk menyasar sekolah serta perusahaan swasta,” katanya.

Selain itu, Dinkes juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan yang tersedia guna mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. “Kami mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar datang ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas, balai pengobatan, dan pos kesehatan desa untuk mengikuti CKG,” ucap Firman.

Menurutnya, program CKG sangat penting sebagai langkah preventif untuk mendeteksi dini berbagai penyakit yang berpotensi mengganggu produktivitas masyarakat. “Program ini penting untuk mempersiapkan generasi emas 2045 dengan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam mendukung pembangunan,” ujarnya.

Firman menambahkan, pemeriksaan dalam program CKG difokuskan pada deteksi penyakit tidak menular (PTM) yang saat ini cenderung meningkat.

“Pemeriksaan CKG dilakukan untuk mendeteksi penyakit tidak menular seperti hipertensi, gula darah atau diabetes, kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, serta obesitas sentral atau lingkar perut,” ucapnya.

Ia berharap dengan deteksi dini tersebut, masyarakat dapat segera melakukan penanganan atau pengobatan sebelum kondisi penyakit menjadi lebih parah. Pihaknya juga optimis melalui optimalisasi pelayanan dan partisipasi aktif masyarakat, target 750 ribu jiwa dapat tercapai dan memberikan dampak positif bagi kualitas kesehatan warga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....