Bulog Pacu Penyerapan Gabah Petani Lokal Pandeglang

  • 13 Jun 2026 06:04 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Perum Bulog Subdivre Lebak-Pandeglang secara konsisten terus memacu realisasi penyerapan hasil panen padi dari para petani lokal guna memperkuat cadangan pangan nasional. Langkah ofensif pembelian gabah ini berjalan beriringan dengan pelaksanaan program stabilisasi harga di tingkat konsumen guna menekan laju inflasi.

Kepala Subdivre Bulog Lebak-Pandeglang, Syaukani, mengonfirmasi capaian pengadaan beras dari sektor pertanian domestik hingga saat ini telah menembus angka 18 ribu ton. Jajaran manajemen optimistis target total penyerapan musim ini sebesar 24 ribu ton dapat terealisasi penuh sebelum akhir tahun kerja.

"Sampai hari ini kita masih dalam pengadaan, dan pengadaan kita hari ini sudah mencapai 18.000 ton setara beras dari target sekitar 24.000 ton," kata Syaukani, Jumat 12 Juni 2026.

Aktivitas pembelian hasil bumi secara massal ini menurut Syaukani terbukti efektif menjaga kepastian harga jual gabah di tingkat petani agar tidak anjlok saat musim panen raya. Otoritas logistik berkomitmen memprioritaskan hasil panen sawah lokal Pandeglang sebelum membuka opsi mendatangkan pasokan dari luar daerah.

Selain mengandalkan program bantuan pangan gratis, Bulog memaksimalkan pendistribusian beras melalui skema Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras SPHP yang memiliki kualitas premium dengan patokan harga ekonomis ini disebutnya disebar luas ke seluruh jaringan toko ritel tradisional.

Menurutnya pemberian bantuan pangan langsung dan operasi pasar SPHP menjadi strategi ganda pemerintah dalam mengontrol fluktuasi harga beras yang cenderung naik. Ia berharap intervensi masif selama satu bulan penuh ini mampu menahan laju kenaikan harga sembako secara regional.

"Salah satu upaya pemerintah adalah pemberian bantuan pangan karena ini kan langsung menyasar masyarakat, langkah kedua adalah memaksimalkan penyelenggaraan SPHP, itu beras bagus juga," katanya.

Sistem monitoring yang melibatkan jajaran Dinas Sosial Kabupaten Pandeglang mencatat seluruh program perlindungan sosial ini menyasar kelompok masyarakat kategori desil satu hingga desil lima. Verifikasi data kemiskinan terus diperbarui secara berkala oleh petugas guna meminimalkan potensi salah sasaran di lapangan.

Syaukani menegaskan keberhasilan penyerapan sektor hulu serta kelancaran distribusi di sektor hilir menjadi indikator utama keberhasilan pemulihan ekonomi daerah. Petani mendapatkan keuntungan yang layak, sementara masyarakat kurang mampu memperoleh kepastian pemenuhan bahan pokok yang murah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....