Kelotok Wisata Diserbu Bocah Sungai! Motoris Ketakutan, Dishub Bereaksi
- 13 Mei 2026 08:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Aktivitas anak-anak berenang di Sungai Martapura mulai memicu keresahan para motoris kelotok wisata di Kota Banjarmasin. Aksi nekat bocah-bocah yang berenang mendekati hingga memanjat kapal wisata saat melintas menjadi ancaman serius bagi keselamatan wisatawan dan diri mereka sendiri.
Keluhan itu disampaikan salah satu motoris kelotok wisata, Junaidi, yang mengaku kejadian tersebut hampir selalu terjadi setiap akhir pekan. Terutama saat kapal wisata membawa tamu menyusuri kawasan wisata Kampung Hijau dan Kampung Biru.
Menurutnya, anak-anak yang mandi di sungai kerap berenang mendekati kelotok, lalu memanjat kapal wisata yang masih berjalan. Kondisi itu membuat suasana wisata menjadi tidak nyaman karena lantai kapal basah dan wisatawan merasa terganggu.
“Anak-anak itu naik ke kapal saat kami membawa tamu jalan-jalan. Kapal jadi basah dan tamu juga merasa terganggu,” ujar Junaidi, Rabu, 13 Mei 2026.
Namun yang paling dikhawatirkan para motoris bukan hanya soal kenyamanan wisatawan. Mereka mengaku waswas jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan fatal akibat anak-anak berenang terlalu dekat dengan baling-baling mesin kelotok yang terus berputar saat kapal melaju.
“Kami takutnya kalau sampai kena baling-baling roda mesin. Itu sangat berbahaya,” katanya.
Situasi ini pun dinilai dapat mencoreng citra wisata susur sungai yang selama ini menjadi ikon Kota Banjarmasin. Para motoris berharap ada tindakan lebih tegas dan pengawasan intensif dari pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin.
“Kami harapkan pengawas Dishub lebih ketat patroli setiap hari Sabtu dan Minggu. Tujuannya agar anak-anak ini tidak lagi mengganggu kapal wisata,” ucapnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Dishub Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, mengaku pihaknya sebenarnya rutin melakukan pengawasan melalui patroli sungai setiap hari, terutama pada akhir pekan. Petugas di lapangan terus mengingatkan anak-anak agar tidak melakukan aksi berbahaya yang bisa membahayakan keselamatan mereka maupun mengganggu wisatawan.
“Kami melalui petugas patroli sungai terus memberikan teguran kepada anak-anak yang naik ke kapal wisata saat beroperasi. Tentu akan kami ingatkan agar mereka tidak lagi melakukan hal yang bisa membahayakan diri sendiri maupun mengganggu wisatawan,” kata Febpry.
Dishub juga memastikan patroli akan diperkuat di sejumlah titik yang selama ini menjadi lokasi favorit anak-anak berenang dan mendekati kapal wisata. “Ke depan, pengawasan akan lebih kami fokuskan pada titik-titik tertentu. Utamanya yang sering menjadi lokasi anak-anak berenang dan mendekati kapal wisata,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....