Pasar Terapung versi TMII, Mengenalkan Jati Diri Urang Banjar

  • 12 Apr 2026 13:09 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Jakarta – Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, bersama Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menghadiri peresmian Dermaga Pasar Terapung Kalimantan Selatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu. 11 April 2026. Peresmian ini menjadi momentum besar pengenalan budaya Banua ke panggung nasional.

Acara tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita sebagai simbol dimulainya operasional dermaga ikonik tersebut. Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pejabat Kementerian Kebudayaan RI, kepala daerah se-Kalimantan Selatan, unsur Forkopimda, hingga perwakilan pemerintah provinsi.

Kehadiran Dermaga Pasar Terapung di kawasan TMII menjadi langkah konkret memperkenalkan kekayaan budaya sungai khas Kalimantan Selatan kepada masyarakat Indonesia secara luas. Pembangunan dermaga ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya sungai, sekaligus mengangkat potensi pariwisata daerah.

Tak hanya sebagai destinasi, dermaga ini diproyeksikan menjadi etalase budaya yang merepresentasikan tradisi pasar terapung yang telah hidup sejak era Kesultanan Banjar. Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menegaskan bahwa peresmian ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis memperkuat identitas budaya Banjar di tingkat nasional.

“Peresmian Dermaga Pasar Terapung di TMII ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya sungai khas Banua kepada masyarakat luas. Ini bukan sekadar destinasi wisata, tetapi representasi jati diri urang Banjar yang harus terus kita jaga dan kembangkan,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyebut kehadiran dermaga ini sebagai tonggak penting dalam penguatan sektor pariwisata berbasis budaya. “Ini kemajuan signifikan bagi pariwisata kita. Kalimantan Selatan semakin kuat sebagai pusat warisan budaya sungai di Indonesia,” ujarnya.

Peresmian tersebut juga dimeriahkan dengan beragam atraksi budaya, mulai dari pertunjukan seni tradisional Banjar, simulasi pasar terapung, pameran UMKM, sajian kuliner khas daerah, hingga fashion show wastra Banua. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat industri kreatif di Kalimantan Selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....