Masjid Al-Fas-h, Situs Tersembunyi di Uhud Madinah

  • 08 Apr 2026 16:42 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Masjid Al-Fas-h berada di celah perbukitan Gunung Uhud dan sulit dijangkau.
  • Masjid Al-Fas-h menyimpan nilai emosional kuat terkait akhir Perang Uhud.
  • Menjadi pengingat penting akan perjuangan Nabi Muhammad saw dan para sahabat.

RRI.CO.ID, Madinah – Meski berada di kawasan bersejarah Gunung Uhud, tidak semua jemaah umrah berkesempatan mengunjungi Masjid Al-Fas-h. Lokasinya yang berada di celah perbukitan sempit membuat situs ini kerap terlewat dari jalur kunjungan utama.

Pendamping umrah (muthowif) dari Kamilah Travel, Ustaz Ahmad Muhammad, Selasa, 7 April 2026, menjelaskan bahwa situs ini dikenal sebagai tempat Rasulullah saw melaksanakan salat dalam posisi duduk. Hal tersebut terjadi saat beliau dalam kondisi lemah setelah Perang Uhud.

Untuk menuju lokasi ini, diperlukan akses khusus menggunakan kendaraan berukuran kecil. Berbeda dengan kompleks pemakaman Syuhada Uhud yang mudah dijangkau, Masjid Al-Fas-h berada lebih menjorok ke lereng gunung.

Baca juga: https://berita.rri.co.id/banjarmasin/internasional/2317322/masjid-al-fas-h-uhud-warisan-sejarah-islam-di-madinah

Keberadaan masjid ini umumnya hanya dikunjungi oleh jemaah yang mengikuti paket pendalaman sejarah di luar program reguler. Kondisi medan yang menanjak dan sempit menjadi alasan tidak semua biro perjalanan membawa jemaah ke lokasi tersebut.

Padahal, lokasi ini menyimpan nilai emosional yang kuat terkait detik-detik akhir Perang Uhud. Ustaz Ahmad menegaskan bahwa tempat ini menjadi saksi penting perjuangan Rasulullah saw dan para sahabat.

Masjid Al-Fas-h, destinasi tersembunyi di kaki Gunung Uhud, Madinah. (Foto: RRI/Aditya)

Ia juga menjelaskan, di lokasi inilah Rasulullah saw mendapatkan perlindungan sekaligus perawatan medis setelah mengalami luka akibat serangan kavaleri Quraisy. Peristiwa ini menjadi bagian penting dalam catatan sirah nabawiyah.

Bagi jemaah yang berhasil mencapai lokasi, mereka dapat melihat kesederhanaan bangunan yang hanya berupa susunan batu. Tidak terdapat atap maupun lantai berlapis, melainkan dinding batu alami yang menjadi saksi bisu sejarah perjuangan Nabi Muhammad saw.

Minimnya informasi serta petunjuk arah menuju lokasi turut membuat situs ini tetap tersembunyi. Sebagian besar jemaah hanya melihat Gunung Uhud dari kejauhan tanpa mengetahui keberadaan situs bersejarah di sela bebatuan.

Situs ini tetap berdiri sebagai pengingat bahwa setiap sudut Madinah menyimpan kisah perjuangan yang patut diteladani. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman sejarah Islam bagi umat Muslim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....