Festival Manopeng Banyiur Angkat Budaya Banjar

  • 29 Jul 2025 13:08 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Festival Budaya Manopeng Banyiur sukses digelar selama tiga hari, 11–13 Juli 2025, di Kampung Banyiur, Banjarmasin. Festival ini menjadi ajang ekspresi budaya Banjar sekaligus upaya pelestarian warisan leluhur.

Ferdi Irawan, penggagas acara dan pewaris tradisi Manopeng, menyebut festival ini sebagai bentuk silaturahmi budaya. “Kami ingin tahun depan festival ini bisa lebih besar, digelar tujuh hari tujuh malam dalam konsep 'bakarasminan',” ujar Ferdi saat acara Sore Ceria- Kita Indonesia di RRI Pro 2 Banjarmasin, Senin (28/7/2025).

Budaya Manopeng merupakan ritual keluarga yang diwariskan dari Haji Ujang, leluhur Ferdi. Tradisi ini menggunakan topeng pusaka yang ditarikan setiap bulan Muharam sebagai penghormatan terhadap arwah leluhur.

Manopeng diyakini bukan hanya ditarikan oleh manusia, tapi juga oleh roh para leluhur yang hadir lewat ritual dan sesaji. Sebanyak 41 jenis kue khas dihidangkan sebagai bagian dari prosesi sakral yang penuh makna.

Topeng yang digunakan berjumlah 30 buah, masing-masing memiliki karakter unik dan kisah simbolik, termasuk cerita tentang tujuh bidadari. Kesakralan topeng ini menjadikan pertunjukan Manopeng memiliki daya tarik spiritual dan budaya.

Festival ini juga dimeriahkan oleh seni pertunjukan khas Banjar seperti japin, panting, madihin, dan bajukung balap. “Kami berencana mengusulkan pertunjukan ini tampil dalam perayaan Hari Jadi Kota Banjarmasin,” kata Ferdi.

Puncak festival ditutup dengan penampilan teatrikal Manopeng oleh para seniman dari Banjarmasin, Tamban, dan Laung Kuning. Penampilan ini menyatukan elemen seni, spiritualitas, dan kearifan lokal dalam satu panggung budaya.

Ferdi menilai masa depan budaya Banjar sangat menjanjikan jika didukung ruang diskusi antara seniman dan budayawan. Ia menegaskan pentingnya adaptasi budaya yang tetap menjaga nilai-nilai asli agar relevan dengan generasi muda.

“Budaya bisa jadi kekuatan ekonomi jika dikemas menarik dan tidak berhenti pada seremonial,” katanya. Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadikan seni sebagai hobi, tapi juga peluang usaha yang menjanjikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....