Yang Menarik Dari Kampung Portugis Melaka

  • 29 Apr 2025 19:10 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Kampung Portugis adalah daerah pemukiman yang memiliki nilai sejarah dan kaya budaya penting. Selain menawarkan wawasan tentang kehidupan dan budaya masyarakat Portugis dan Kristang di Melaka selama periode kolonial. Kampung ini juga menjadi bukti sejarah pengaruh Portugis di Melaka yang kala itu adalah pusat perdagangan penting di Asia Tenggara.

Berawal dari kisah penaklukan kota oleh Afonso de Albuquerque pada tahun 1511 yang mendirikan Benteng A Famosa. Hal ini sebagai pangkalan mereka dan menjadi bukti portugis telah menguasai Malaka selama 130 tahun.

Kampung ini adalah tempat tinggal komunitas Kristang, yaitu keturunan Portugis yang menetap di Melaka sejak abad ke-16 yang memiliki bahasa, budaya, dan tradisi unik yang merupakan campuran antara budaya Portugis, Melayu, dan lainnya. Selama masa pemerintahan Portugis, terjadi interaksi dan asimilasi antara orang Portugis dan masyarakat Melayu setempat.

Mereka juga turut mempertahankan tradisi seperti tarian dan musik tradisional, serta makanan khas seperti kue, kopi, dan makanan khas Portugis. Pada 1641, Malaka yang sudah ratusan tahun jadi basis Portugis di kawasan Hindia Timur, akhirnya tak kuasa menghadapi serbuan VOC.

Malaka akhirnya diduduki oleh VOC dan meskipun berturut turut dijajah oleh penakluk berikutnya sampai akhirnya merdeka. Namun kampung ini masih menjadi pusat budaya dan tradisi mereka hingga saat ini.

Berbeda dengan wisata kota tua, maupun kota lama yang ada di Indonesia yang terdiri dari gedung bersejarah yang didominasi oleh bangunan bernuansa putih. Bangunan yang ada di kampung portugis Malaysia ini justru dicat dengan warna merah.

Alasan utama di balik pilihan warna merah ini ternyata untuk mengurangi biaya perawatan karena daerah tropis dan untuk menyamarkan bercak merah yang muncul akibat lapisan plester kapur menipis sehingga warna batu bata laterit asli akan terlihat serta warna ini dapat menyamarkan noda cairan yang mungkin menempel di dinding akibat kebiasaan penduduk setempat mengunyah pinang atau menginang daun sirih.

Melaka, termasuk Kampung Portugis, kini telah diakui sebagai kota warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2008 karena nilai sejarah dan budayanya yang luar biasa. Penetapan Melaka, termasuk Kampung Portugis, sebagai situs warisan dunia UNESCO menjadi sangat penting karena membantu melindungi dan mempromosikan warisan budaya kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....