Pentingnya Peran Masyarakat dalam Mempromosikan Wisata Budaya

  • 20 Feb 2025 18:18 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Perkembangan wisata budaya di Jawa tidak terlepas dari keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam mempromosikan warisan budaya mereka. Selain itu, keberadaan sumber daya alam yang melimpah juga mendukung berkembangnya wisata ini. Hal ini disampaikan Ki Sulisno sAt mengisi siaran Sambung Roso di RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu (19/2/2025).

Ki Sulis mengatakan, wisata budaya di Jawa menawarkan lebih dari sekadar mengunjungi tempat bersejarah, melainkan juga berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat setempat. Komunitas lokal turut berperan dalam menjaga dan mengenalkan kebudayaan mereka kepada dunia luar.

" Festival budaya seperti Festival Lima Gunung, semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk merasakan langsung keunikan seni dan tradisi masyarakat Jawa," ucapnya.

Salah satu konsep yang diperkenalkan dalam wisata budaya menurut Ki Sulis adalah Saujana Budaya, yang mengintegrasikan alam dan kreativitas manusia dalam satu kesatuan yang harmonis. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pada pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, tetapi juga pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Pengalaman budaya harus disertai dengan upaya pelestarian alam agar tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat bagi generasi mendatang,” kata Ki Sulis.

Di sisi lain, wisata budaya di Jawa juga dikenal dengan banyaknya situs bersejarah seperti candi dan istana kerajaan yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah panjang pulau ini. Tempat-tempat ini tidak hanya menyimpan cerita sejarah, tetapi juga mitos dan legenda yang membuatnya lebih menarik bagi pengunjung.

"Setiap tempat memiliki nilai spiritual dan budaya yang membuat pengunjung semakin terkoneksi dengan akar budaya Jawa," ucap Ki Sulis.

Selain itu, wisata kuliner juga menjadi bagian tak terpisahkan dari wisata budaya di Jawa. Berbagai makanan tradisional yang kaya akan cita rasa dan cerita sejarah menjadi daya tarik tersendiri. Setiap hidangan yang disajikan di pasar tradisional memiliki nilai sejarahnya sendiri, dan ini memberi pengalaman budaya yang lebih mendalam bagi pengunjung, Dengan berkembangnya internet dan media sosial, bahkan warung kecil yang menyajikan masakan tradisional kini bisa menjadi destinasi wisata yang menarik perhatian.

Namun, meskipun wisata budaya memberikan peluang ekonomi yang besar, terdapat tantangan dalam hal keberlanjutan dan pelestarian identitas budaya. Ki Sulisno mengingatkan bahwa modernisasi dan globalisasi kadang-kadang membawa pengaruh yang kurang baik bagi pengalaman budaya yang autentik.

“Penting untuk menemukan keseimbangan antara memadukan elemen modern dalam budaya tradisional tanpa menghilangkan nilai-nilai asli yang ada, pentingnya melibatkan masyarakat dalam pengembangan wisata budaya agar mereka tetap dapat merasakan manfaatnya secara langsung," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....