Duta Pepelingasih, Peduli Lingkungan dengan Menanam Pohon
- 21 Mei 2024 13:16 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Masih hangat suasana memperingati Hari Kebangkitan Nasional, karenanya sebagai penerus bangsa harus terus berdedikasi terhadap negara. Salah satu bentuk dedikasi itu adalah menjaga serta memperbaiki kondisi lingkungan.
Duta Pepelingasih Jawa Tengah 2023, Risma Anggira mengatakan pepelingasih merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh Kemenpora. Program itu dalam bentuk pemberdayaan pemuda Indonesia agar berkontribusi memperbaiki lingkungan, khususnya dalam hal penanganan sampah terutama di Kabupaten Paser.
“Saya menjalankan 4 program, yakni Gerakan Pungut Sampah, lalu Kepetik yaitu kurangi sampah plastik. Kemudian Elingan yang berarti Edukasi Peduli Lingkungan, dan Pepelingnampo, yaitu Peduli Lingkungan Menanam Pohon. Program itu sudah saya jalankan sejak tahun 2017,” ucapnya pada Acara Bias Inspirasi di RRI Pro.1 Banjarmasim, Senin (20/5/2024).
Risma mengatakan program pungut sampah dan kurangi sampah plastik (Kepetik) itu juga memiliki visi yang sama dengan program Adiwiyata. Di beberapa SD dan MTS di Jawa Tengah, Adiwiyata merupakan salah satu program DWT milik Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
“Program kurangi sampah plastik ini juga saya terapkan di SD dan MTS pada saat melakukan pembelian di kantin kejujuran. Bentuk penerapannya adalah mengganti plastik kresek dengan menggunakan totebag. Selain itu pembelian minuman tidak menggunakan plastik transparan, melainkan membawa botol minum sendiri. Ini juga sebagai bentuk pengurangan limbah plastik,” katanya.
Risma mengatakan program Pepelingnampo merupakan edukasi peduli lingkungan dengan cara menanam pohon di setiap rumah yang belum memiliki pohon.
“Program edukasi perduli lingkungan ini perlu ditanamkan sejak dini, dengan cara mengajarkan membuang sampah plastik tidak sembarangan. Atau membuat sampah tersebut menjadi kriya," ujarnya.
Dengan program gerakan pungut sampah ini, menurutnya bertujuan untuk mengurangi limbah khususnya sampah. Selain itu untuk memberikan kesadaran akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya.
Risma tergerak menciptakan program tersebut berawal dari melihat sungai di desanya yang sering tersumbat yang mengakibatkan banjir yang berasal dari desa yang warganya suka membuang sampah sembarangan. Hal ini mengakibatkan tidak hanya satu desa yang merasakan dampaknya, namun beberapa desa lainnya.
“Menciptakan program ini banyak mengalami pro dan kontra, karena generasi era sekarang menganggap sampah hal kotor. Saya menghadapi masalah tersebut dengan cara mengedukasi orang–orang bagaimana memperlakukan sampah dengan benar,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....