Persiapan Kurang, Ramadan Terasa Hampa

  • 10 Feb 2026 22:17 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Fenomena masjid yang mulai sepi menjelang akhir Ramadan menjadi tanda lemahnya persiapan ibadah umat. Hal tersebut dikemukakan Akademisi UIN Antasari H. Muhammad Mabrur, Lc., M.Ag, dalam Takblik Udara Pro1 RRI Banjarmasin, Selasa, 10 Februari 2026.

Menurutnya, Syakban seharusnya menjadi bulan latihan agar semangat ibadah tetap terjaga hingga akhir Ramadan. Kenyataan di lapangan menunjukkan, banyak umat hanya kuat di awal Ramadan.

“Syakban adalah bulan latihan sebelum memasuki Ramadan,” ujar Mabrur. “Jika tidak dimaksimalkan, wajar jika ibadah mulai kendor di pertengahan hingga akhir Ramadan,”

Ia menjelaskan, rangkaian Rajab, Syakban, dan Ramadan memiliki alur pendidikan iman yang jelas. Rajab menguatkan keyakinan, Syakban melatih konsistensi, dan Ramadan menjadi puncaknya.

“Isra Mikraj di bulan Rajab menegaskan iman,” ujar Mabrur. “Syakban melatih ketekunan, lalu Ramadan menguji istiqamah,” 

Mabrur mengatakan, puasa Ramadan yang diwajibkan Allah pada tahun kedua Hijriah menuntut kesiapan mental dan spiritual. Tanpa latihan sejak Syakban, ibadah Ramadan berisiko dijalani sekadar rutinitas.

“Ramadan bukan hanya soal semangat di awal,” ujar Mabrur. “Kualitas ibadah sangat ditentukan oleh kesungguhan latihan di bulan Syakban,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....