Tradisi Masyarakat Banjar dalam Menyambut Ramadhan

  • 10 Feb 2026 19:09 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Masyarakat Banjar memiliki beberapa tradisi atau kebiasaan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Salah satunya tradisi baguncang atau mengguncang arisan sebagai bentuk persiapan khusus menyambut bulan Ramadhan. 

"Ramadhan adalah momen membahagiakan, warga biasanya menabung melalui arisan selama 11 bulan guna meringankan biaya kebutuhan selama bulan puasa hingga Idul Fitri," kata Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari Universitas PGRI Kalimantan, Erni Susilawati, M.Ag dalam Siaran Berjaringan "Suara Budaya Nusantara" yang disiarkan RRI Pro 4 Jakarta dan RRI Pro 4 Banjarmasin, Selasa, 10 Februari 2026.

Erni Kebiasaan lain adalah babarasih atau membersihkan tempat ibadah, sebuah nilai yang ditanamkan mulai dari lingkungan keluarga. Biasanya, setiap anggota keluarga akan bergotong royong mencuci perlengkapan salat, seperti sajadah, sarung, hingga mukena agar bersih saat digunakan.

"Pemuda atau remaja masjid juga biasanya membersihkan mushola, sajadah, dan tikar dari kotoran-kotoran," ujar Erni.

Selain itu, terdapat juga tradisi berziarah ke makam menjelang Ramadhan sebagai wujud bakti kepada orang tua serta leluhur yang telah wafat. Sementara itu, ziarah ke makam para ulama dilakukan sebagai bentuk penghormatan mendalam atas jasa-jasa mereka.

Erni menambahkan, terdapat sebuah tradisi menjelang Ramadhan yang dilakukan oleh beberapa Tuan Guru atau ulama tertentu, yaitu becahar. Ini adalah tradisi untuk membersihkan isi perut atau dari sisa-sisa makanan yang mengendap di perut selama 11 bulan sebelum Ramadhan.

"Masyarakat percaya, makanan yang dimakan selama 11 bulan sebelumnya itu meninggalkan kotoran dan mengendap di tubuh sehingga harus dikeluarkan," ujarnya. "Tetapi, tidak semua orang melakukan ini, biasanya hanya Tuan Guru atau kalangan tertentu saja."

Salah satu tradisi atau momen lain yang dinantikan masyarakat Banjar ketika Ramadhan adalah pasar wadai (kue) yang digelar oleh pemerintah daerah. Pasar ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menjual takjil berupa kue khas Kalimantan Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....