Al-Qur’an Tekankan Lingkungan sebagai Pilar Kesejahteraan

  • 10 Feb 2026 13:35 WIB
  •  Banjarmasin

​RRI.CO.ID, Banjarmasin – Al-Qur’an menegaskan bahwa kesejahteraan sejati tidak semata diukur dari kemajuan ekonomi, melainkan dari kehidupan yang utuh dan selaras dengan lingkungan. Konsep tersebut tercermin dalam istilah hayatan thayyibah atau kehidupan yang baik.

Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Sukarni, M.Ag., dalam Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 10 Februari 2026. Ia merujuk Surah An-Nahl ayat 97 yang menegaskan bahwa iman dan amal saleh merupakan fondasi utama kehidupan sejahtera.

“Ayat tersebut menunjukkan kesejahteraan sebagai kondisi spiritual, sosial, dan ekologis yang saling terhubung,” kata Prof. Sukarni. “Kehidupan yang baik lahir ketika manusia menjaga keseimbangan relasi dengan Tuhan, sesama, dan alam.”

Al-Qur’an juga menggambarkan kesejahteraan dalam skala negara melalui istilah baldatun thayyibah sebagaimana tercantum dalam Surah Saba ayat 15. Gambaran negeri yang baik ditandai dengan keberadaan kebun di kanan dan kiri permukiman.

Baca juga: Makna Jannah, Pesan Al-Qur’an tentang Lingkungan

Ia menjelaskan, kebun bukan sekadar simbol kemakmuran, melainkan indikator lingkungan yang terkelola dengan baik, bersih, dan berkelanjutan. Negara yang sejahtera, menurutnya, tidak mungkin lahir dari alam yang rusak dan tercemar.

Prof. Sukarni menekankan bahwa kerusakan lingkungan pada hakikatnya merupakan kegagalan manusia dalam menjalankan amanah sebagai khalifah di bumi. Ketika alam diabaikan, janji hayatan thayyibah pun turut terancam.

“Menjaga lingkungan adalah bagian integral dari ibadah,” ujarnya. “Dari lingkungan yang sehat akan tumbuh masyarakat yang kuat dan negara yang diberkahi, sebagaimana ideal baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....