PSMTI Kalsel Maknai Imlek dalam Keberagaman
- 10 Feb 2026 12:44 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Perayaan Tahun Baru Imlek merupakan salah satu tradisi masyarakat Tionghoa yang secara turun-temurun dimaknai sebagai momentum mempererat kebersamaan. Hal tersebut disampaikan perwakilan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kalimantan Selatan, Lilyanti Oetama, Sugiharto HK, S.E., dan Drs. Zulkiplie Tedja, dalam acara Ragam Budaya di RRI Pro4 Banjarmasin, Senin malam, 9 Februari 2026.
Lilyanti Oetama menyampaikan, perayaan Imlek tahun ini mengusung tema “Imlek Bersama dalam Keberagaman.” Menurutnya, Imlek tidak hanya menjadi perayaan masyarakat Tionghoa, tetapi telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Nilai utama Imlek adalah kebersamaan, rasa syukur, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik.
“Imlek adalah momen mempererat silaturahmi,” ujar Lilyanti. “Bukan hanya sesama etnis Tionghoa, tetapi juga dengan masyarakat dari berbagai latar belakang budaya dan agama.”
Ia menambahkan, PSMTI Kalimantan Selatan akan menggelar perayaan Imlek bersama pada 22 Februari 2026. Menjelang Imlek, masyarakat Tionghoa telah melakukan berbagai persiapan, di antaranya tradisi bersih-bersih rumah yang dimaknai sebagai upaya menghilangkan energi negatif. Uniknya, kegiatan bersih-bersih justru pantang dilakukan pada hari Imlek, termasuk pantangan mengonsumsi bubur.
Sementara itu, Zulkiplie Tedja menjelaskan, rangkaian kegiatan Imlek PSMTI Kalsel tahun ini menekankan makna penghargaan terhadap keberagaman. Ia menyebut, terdapat tiga tahapan penting dalam perayaan Imlek, yakni menjelang Imlek, saat Imlek, dan pasca-Imlek, yang disertai dengan persembahyangan kepada leluhur.
“Baik sebelum, saat, maupun sesudah Imlek, semuanya merupakan bagian dari tradisi,” ujar Zulkiplie. “Imlek menjadi momen evaluasi diri sekaligus harapan agar memperoleh keberuntungan dan kehidupan yang lebih baik di tahun berikutnya.”
Ia juga menjelaskan, perayaan Imlek identik dengan pembagian angpau dan dominasi warna merah yang melambangkan kebahagiaan, kegembiraan, serta keberuntungan. Menurutnya, makna berbagi dalam tradisi Imlek kini semakin luas dan tidak terbatas pada hari perayaan saja, tetapi dapat dilakukan kapan pun saat memperoleh rezeki atau keberuntungan.
Sugiharto HK, anggota PSMTI Kalsel lainnya, mengungkapkan bahwa meskipun lahir dan besar di Kalimantan Selatan, nilai kebersamaan dalam perayaan Imlek tetap terasa kuat. Ia menekankan pentingnya mewariskan nilai-nilai tersebut kepada generasi muda.
“Jika sebelumnya kebersamaan Imlek hanya dirasakan sesama etnis Tionghoa,” ujarnya. “Tahun ini kami berharap perayaan Imlek dapat dirasakan bersama oleh semua kalangan, meskipun berbeda suku dan budaya.”
Harapan tersebut mendapat sambutan positif dari Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa di Kalimantan Selatan. Rahmad Basuki dan Johansyah Atak menyambut baik program PSMTI Kalimantan Selatan dalam perayaan Imlek 2026. Menurut mereka, momen tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan adalah bagian dari identitas bangsa yang harus terus dirawat dalam semangat persatuan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....