Memahami Ungkapan "Japai Lapasan" dalam Budaya Banjar

  • 07 Feb 2026 16:25 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Japai lapasan adalah sebuah ungkapan Banjar yang menggambarkan perilaku seseorang memegang suatu pekerjaan, namun dilepas di tengah jalan dan tidak diselesaikan sampai akhir. Hal ini disampaikan Noorhalis Majid dalam acara Ragam Budaya Bacangkurah RRI Pro 4 Banjarmasin, Jumat, 6 Februari 2026.

"Tanpa disadari ungkapan japai lapasan sering diterapkan orang dalam kehidupan sehari-harinya. Misal dirumah, kita menyapu, tapi baru separuh ruangan, sudah kita tinggalkan, dan kita malah mengerjakan yang lainnya," ujarnya.

Dikatakan, orang yang japai lapasan ini dapat mengganggu sistem kerja tim atau kelompok seperti gotong royong. Meskipun tugas telah dibagi secara sistematis, anggota yang tidak menuntaskan pekerjaannya akan mengganggu ritme kerja dan berisiko dikeluarkan dari tim.

Menurutnya, japai lapasan tidak hanya sering terjadi pada individu, tetapi juga bisa terjadi oleh organisasi, dinas, atau instansi. Sebagai contoh, sebuah instansi sering kali meninggalkan pekerjaan yang sedang berjalan demi beralih ke program lain, padahal tugas sebelumnya belum tuntas.

Sementara itu Arif Rahman Hakim mengatakan, sikap japai lapasan bisa dipicu oleh banyaknya niat dan keinginan yang tidak fokus. Sehingga seseorang sering meninggalkan pekerjaan yang belum selesai demi mengerjakan hal lain. 

"Padahal, dampak buruknya, pekerjaan tersebut bisa terpaksa harus diulang kembali dari awal," ujarnya.

Noorhalis menekankan bahwa ketekunan untuk menuntaskan pekerjaan hanya bisa muncul jika kita mencintai apa yang kita kerjakan. Meski awalnya terasa berat, pekerjaan tersebut harus dinikmati dan tidak boleh dianggap sebagai beban.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....