Amaliah Syaban Jadi Bekal Sambut Ramadan
- 05 Feb 2026 11:03 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Tabligh udara bertema “Memuliakan Bulan Syaban Menyambut Ramadan” disiarkan RRI Pro 1 Banjarmasin, Rabu, 4 Februari 2026. Ustaz Drs. H. Johansyah dalam acara tersebut menjelaskan amaliah Syaban serta persiapan menyambut Ramadan.
Menurut Ustaz Johansyah, umat Islam telah menghidupkan malam Nisfu Syaban di masjid, musala, gedung, hingga rumah dengan berbagai ibadah. Kegiatan itu meliputi salat berjamaah, salat tobat, hajat, tasbih, pembacaan Al-Qur’an, doa, puasa sunah, sedekah, dan selawat sebagai bentuk memohon ampunan serta keberkahan hidup.
“Pada bulan Syaban, amal manusia diangkat, sehingga puasa dan ibadah lainnya menjadi sangat utama untuk mendekatkan diri kepada Allah serta memohon dipertemukan dengan Ramadan,” ucap Ustaz Johansyah.
Ia menekankan pentingnya memperbanyak ibadah sebagai latihan ruhani sebelum memasuki bulan Ramadan. Puasa, menurutnya, memiliki banyak manfaat baik secara keagamaan maupun kesehatan berdasarkan berbagai kajian medis.
Manfaat puasa antara lain membantu mengontrol berat badan, meredakan peradangan sendi, serta memperbaiki sistem pencernaan. Selain itu, puasa juga menyehatkan metabolisme dan meningkatkan daya ingat.
“Puasa bukan hanya menahan lapar, tetapi membentuk ketakwaan sekaligus menjadi terapi alami bagi tubuh manusia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa puasa turut membantu peremajaan sel tubuh serta menjaga keseimbangan kerja kelenjar endokrin. Manfaat tersebut dinilai penting untuk menunjang kesiapan fisik dan mental dalam beribadah.
Ustaz Johansyah menekankan kesiapan menyambut Ramadan perlu dibangun melalui ilmu dan pembiasaan ibadah. Ia mencontohkan pemahaman salat sunah sebelum dan sesudah Isya yang kerap diabaikan, padahal berpahala sebagai penyempurna ibadah wajib.
Ia menjelaskan Tarawih memiliki keutamaan khusus di bulan Ramadan dan witir sangat dianjurkan untuk dikerjakan setiap malam. Kedua ibadah tersebut menjadi bagian penting dalam menyempurnakan amalan Ramadan.
Ia juga mengingatkan jamaah perempuan agar tetap menjaga aurat dan ketertiban saat khotbah Salat Idulfitri sebagai bagian dari adab di majelis ibadah. Menurutnya, kurangnya pemahaman sering membuat ibadah dilakukan tanpa mengetahui tuntunan dan keutamaannya.
“Menyambut Ramadan harus dengan hati ikhlas, ilmu yang cukup, menjaga kesehatan, dan berbagi kepada sesama agar ibadah lebih sempurna,” ucapnya.
Ia menegaskan puasa sangat baik bagi generasi muda untuk mengendalikan hawa nafsu. Puasa juga dinilai mampu membentuk akhlak yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....